Berantem Itu Rugi
Matius 5:25
Berantem atau pertengkaran itu akibat dari kurangnya kendali diri kita terhadap emosi, amarah perkepanjangan. Ketika dua orang berantem mereka berteriak satu sama lain, menandakan hati mereka menjadi jauh satu sama lain meskipun secara fisik mereka berdekatan. Berbeda dengan orang ketika sedang dilanda jatuh cinta, suara halus pun pasti didengarnya karena hati mereka berdekatan.
Kisah dua bocah bermain bersama. Bocah pertama melihat ada buah kacang tergeletak di tanah. Sebelum ia memungutnya, bocah kedua berhasil mendahuluinya. Bocah pertama protes, "Berikan kacangnya. Itu punyaku. Aku yang lihat duluan." Bocah kedua jawab,"Ini punyaku. Aku yang mengambilnya." Akhirnya dua bocah itu bertengkar. Saat itu lewat seorang bocah berbadan gede. Begitu melihat pertengkaran kedua bocah itu, berkatalah dia, "Sini berikan kacangnya. Biar aku yang beresin masalah kalian." Bocah itu bagi kacang itu jadi dua. Ia keluarin buahnya. Lalu pada bocah pertama, diberikannya separuh kulit kacang dan separuhnya lagi diberikan pada bocah kedua. Sementara, bijinya dimasukkannya ke dalam mulutnya sambil ngomong, "Ini buatku yang udah beresin masalah kalian."
Tuhan Yesus Kristus mengajarkan kita agar segera berdamai dengan lawan karena itu baik buat dirimu sendiri maupun orang yang berselisih paham denganmu. Dahulu menjadi kewajiban bila seseorang mau menyembah kepada Allah harus berdamai dulu dengan orang yang tersinggung itu agar persembahannya berkenan. Nggak enak banget musuhan karena setiap kali bertemu dengan orang yang kita musuhin, perasaan tidak tenang, ada keinginan untuk berbuat jahat. Bila dibiarkan terus menerus, berantem atau berkelahi itu ruginya sangat banyak, efek sampingnya bukan hanya menyebabkan hati orang dihadapannya menjadi sedih karena kata-kata umpatan atau kata-kata tuduhan tetapi juga merugikan kesehatan, kepala pusing, darah tinggi, sakit jantung bahkan dapat melakukan tindak kejahatan dan jatuh dalam dosa, hanya gara-gara tidak mau berdamai. Jagalah persaudaraanmu atau pertemananmu dengan segera berdamai jika terjadi pertengkaran dan bersedia meminta maaf kalau kita sudah berbuat salah atau melakukan sesuatu yang menyakiti hati saudara atau temanmu. Jika ada di antara teman-teman tengah mengalami sebuah hubungan yang rusak karena suatu kesalahan yang pernah anda buat atau katakan, ini saatnya untuk mengambil inisiatif. Datangi mereka dan mintalah maaf. Perbaiki segera hubungan itu, berdamailah saat ini juga, sebelum hubungan anda semakin terputus dengan Tuhan. Segeralah berdamai, jangan tunda kemarahanmu hingga matahari terbenam, karena hari esok mungkin saja jauh lebih sulit. (VS)
Doa
Ya Bapa yang maha kuasa, berikanlah kami roh kudus-Mu supaya bila amarah memasuki hati kami, kami dapat cepat-cepat berdamai dan meminta maaf terlebih dahulu. Kasih-Mu selalu menaungi kami. Amin.
0 komentar:
Posting Komentar