Jumat, 21 Juni 2013

SBP, Sabtu, 22 Juni 2013

Kisah Para Relawan.
2 Korintus 8:7.

Saat rintik  hujan menjadi luapan air yang besar membuat semua hal menjadi sulit dan menjadi bencana. Mengingatkan bencana banjir melanda Jakarta di bulan Februari lalu dan jebolnya salah satu tanggul membuat Jakarta terendam banjir sampai ke harmoni dan sekitarnya. Daerah kampung Melayu pun banyak rumah yang hanya terlihat atapnya saja. Banjir tidak hanya mempengaruhi warga miskin di sekitar sungai tetapi rumah-rumah mewah pun ikut menjadi korban. Karena besarnya banjir banyak posko-posko yang didirikan termasuk Crisis Center GP GPIB.
Pampers, susu, obat-obatan, perlengkapan bayi, baju-baju dan makanan untuk para korban disumbangkan dari berbagai pihak, disalurkan oleh para relawan banjir, sampai ke tempat yang sulit dijangkau dengan perahu karet dan rekan-rekan muda yang datang menyumbangkan tenaganya menyortir, mengotong, tim survey, dan penyaluran bala bantuan untuk para korban banjir. Semua di kerjakan oleh para relawan dengan sukacita, penuh kasih dan kesungguhan untuk membantu.
Sungguh nyata kepedulian pemuda pada saat itu, sama dengan Jemaat Kristus di Makedonia, dijelaskan bahwa ditengah-tengah keterbatasan serta pencobaan yang berat, jemaat di Makedonia hidup didalam persekutuan yang teguh, serta pengharapan kepada Tuhan. Bahkan sukacita mereka meluap untuk bisa mengambil bagian dalam pelayanan kepada orang-orang kudus. Mereka miskin yang diharapkan Paulus. Memberikan kemurahan hati dengan memberikan bantuan kepada orang-orang yang membutuhkan, kemurahan hati terhadap Kristus, Iman dan kasih kepada Kristus memang bukan hanya nyata melalui doa atau ibadah pribadi, tetapi juga tampak dalam kepedulian kita pada orang lain. Kepedulian yang terwujud melalui pertolongan. (VS)

Doa
Ya Bapa, Puji syukur kami diberikan kesempatan untuk memberi, bimbinglah kami untuk kami dapat memakai kesempatan itu untuk menyalurkan pertolongan dengan sukacita dan tulus. Amin

0 komentar:

Posting Komentar