Teladan dan Kebenaran,
Matius 23:23.
Bukan karena emosi Yesus mengecam pemuka agama Yahudi (yaitu para: ahli Torat, Kaum Farisi dan Saduki) di depan umat. Karena mereka berlagak suci mengajukan pertanyaan kepada Yesus, tetapi bukan untuk mengerti kehendak Allah. Melainkan sengaja menjerat Yesus agar dengan jawaban-Nya Ia bersalah (22:1-46), supaya bisa menghukum-Nya. Pedosa yang tidak tahu malu, sengaja ditelanjangi oleh Yesus agar insaf dan bertobat. Namun mereka sulit untuk bertobat.
Yesus berpesan kepada para pengikut-Nya: "turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu, tetapi jangan kamu turuti perbuatan-perbuatan mereka, karena mereka mengajarkannya tetapi tidak melakukannya" (22:3).
Yesus menyebut mereka "munafik", karena praktek manipulasi rohani mereka. Di depan mata umat, mereka melakukan aturan rohani tetapi ajaran yang paling utama dan prinsip dalam agama mengenai: keadilan, kasih dan kesetiaan diabaikan (ayat-23). Mereka menyembunyikan dosa di balik hidup rohaninya. Menurut Yesus, kedudukan setiap orang dihadapan Allah sama, baik imam ataupun umat. Siap melanggar adalah berdosa dan tidak akan luput dari hukuman Allah. Tetapi pemuka agama Yahudi tidak merasa bersalah melainkan selalu merasa suci. Itulah sebabnya Yesus mengecam mereka.
GP-ers, hiduplah sebagai pelayan Tuhan yang kudus. Hendaklah pemuka agama Yahudi yang dikecam Yesus itu menjadi cermin bagi kehidupan rohanimu. Jangan melakukan hal-hal yang tidak berkenan kepada Tuhan. Kata Peribahasa Indonesia: "Menyembunyikan durian, baunya tercium", artinya menyembunyikan dosa akan terbongkar dan memalukan sekali.
Lakukanlah kebenaran dan jadilah teladan kebenaran bagi banyak orang disekitarmu. Dengan demikian hidupmu memuliakan Tuhan.
Matius 23:23.
Bukan karena emosi Yesus mengecam pemuka agama Yahudi (yaitu para: ahli Torat, Kaum Farisi dan Saduki) di depan umat. Karena mereka berlagak suci mengajukan pertanyaan kepada Yesus, tetapi bukan untuk mengerti kehendak Allah. Melainkan sengaja menjerat Yesus agar dengan jawaban-Nya Ia bersalah (22:1-46), supaya bisa menghukum-Nya. Pedosa yang tidak tahu malu, sengaja ditelanjangi oleh Yesus agar insaf dan bertobat. Namun mereka sulit untuk bertobat.
Yesus berpesan kepada para pengikut-Nya: "turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu, tetapi jangan kamu turuti perbuatan-perbuatan mereka, karena mereka mengajarkannya tetapi tidak melakukannya" (22:3).
Yesus menyebut mereka "munafik", karena praktek manipulasi rohani mereka. Di depan mata umat, mereka melakukan aturan rohani tetapi ajaran yang paling utama dan prinsip dalam agama mengenai: keadilan, kasih dan kesetiaan diabaikan (ayat-23). Mereka menyembunyikan dosa di balik hidup rohaninya. Menurut Yesus, kedudukan setiap orang dihadapan Allah sama, baik imam ataupun umat. Siap melanggar adalah berdosa dan tidak akan luput dari hukuman Allah. Tetapi pemuka agama Yahudi tidak merasa bersalah melainkan selalu merasa suci. Itulah sebabnya Yesus mengecam mereka.
GP-ers, hiduplah sebagai pelayan Tuhan yang kudus. Hendaklah pemuka agama Yahudi yang dikecam Yesus itu menjadi cermin bagi kehidupan rohanimu. Jangan melakukan hal-hal yang tidak berkenan kepada Tuhan. Kata Peribahasa Indonesia: "Menyembunyikan durian, baunya tercium", artinya menyembunyikan dosa akan terbongkar dan memalukan sekali.
Lakukanlah kebenaran dan jadilah teladan kebenaran bagi banyak orang disekitarmu. Dengan demikian hidupmu memuliakan Tuhan.