Sabtu, 08 Februari 2014

SBP, Jumat, 24 Januari 2014

Strategi Misioner,
1 Korintus 9:19-23.

Rasul Paulus bukan munafik kalau ia mengungkapkan bahwa ia bersikap seperti segala orang di lingkungannya. Sikap merendahkan diri dan penyesuaian, bagi rasul Paulus merupakan jalan masuk untuk diterima dalam masyarakat. Tujuannya agar memperoleh peluang bagi melaksanakan misi. Banyak cara yang baik dan tepat sesuai situasi sebagai strategi missioner dalam rangka memenangkan  jiwa bagi Kristus.

Sekarang ini, memberitakan injil kepada sesama di masyarakat telah dibatasi atau ditutup dengan berbagai peraturan, oleh pihak yang merasa kuatir kehilangan kwantitas umat. Mereka melarang pekabaran injil dan menggiring penginjilan ke pedalaman serta beribadah di hutan atau gunung. Sikap ini adalah tindakan yang mencegah orang untuk memperoleh keselamatan dalam Kristus.
Berbeda dengan sikap gereja, yang tidak perlu melarang misi agama apapun di sekitar gereja. Gereja mengutamakan pembinaan umat untuk memelihara kwalitas iman dan setiap orang bertanggungjawab atas iman pribadinya kepada Tuhan.
Gereja cukup mengingatkan umat tentang firman Kristus bahwa gereja hadir di dunia adalah seperti domba di tengah serigala, karena itu gereja harus cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati (Mat 10:16). Maksudnya, supaya umat selalu waspada, setia atau murtad ada risikonya.

GP-ers yang kekasih, kita harus mengabarkan injil kepada sesama di lingkungan masyarakat kita. Tetapi tidak perlu sakit hati atau melawan larangan misi yang ada. Berdoalah dan gunakan akal sehat untuk melakukan misi. Tuhan yang bersama kita akan membuka jalan bagi kita untuk memberitakan injilNya seperti sikap yang diungkapkan oleh rasul Paulus.

0 komentar:

Posting Komentar