Kebenaran Allah.
Roma 3:1-3.
Bangsa Yahudi atau orang Israel adalah umat perjanjian Allah. Kepada mereka dipercayakan firman Allah untuk diberitakan kepada segala bangsa. Kelebihan bangsa perjanjian Allah ialah bahwa sekalipun bangsa itu tidak setia tetapi Allah tetap setia pada perjanjian-Nya. Itulah kebenaran Allah.
Ketika kita membaca Roma 3:1-3, mungkin kita berpikir bahwa Allah seperti manusia yang tunduk kepada kedagingan. Allah tidak mungkin bersifat kedagingan karena keberadaan-Nya adalah Roh. Ia adalah Roh Kebenaran. Perbedaan yang antara Allah dan Israel (manusia) adalah bahwa Allah itu benar dan Israel (manusia) itu adalah pembohong (perhatikan ayat-4 sebagai kutipan kesaksian Maz 51:6).
GP-ers, sudah saatnya kita menyadari keberadaan kita yang tidak jauh dari sifat bangsa Israel. Kita sering tidak setia bahkan senantiasa berbohong. Namun, Allah itu adalah kasih dan oleh kasih itu Ia tidak pernah tidak setia terhadap kita yang berdosa kepada-Nya.
Karena perjanjian yang telah dimeteraikan-Nya dalam Yesus melalu Baptisan Kudus, maka Ia senantiasa menunjukkan kesetian-Nya untuk membuka hati dan menopang kita agar dapat memperoleh kesempatan baik bagi kehidupan yang benar bersama Dia.
Dosa kita adalah batu sandungan bagi keselamatan kita, tetapi kesetiaan-Nya membuka pintu rahmat-Nya bagi keselamatan kita.
Kemauan yang tidak sempurna orang benar disempurnakan Tuhan bagi keselamatannya. Itulah kebenaran Allah dalam kesetiaan perjanjian dengan manusia dalam kelemahannya. (JPT)
Roma 3:1-3.
Bangsa Yahudi atau orang Israel adalah umat perjanjian Allah. Kepada mereka dipercayakan firman Allah untuk diberitakan kepada segala bangsa. Kelebihan bangsa perjanjian Allah ialah bahwa sekalipun bangsa itu tidak setia tetapi Allah tetap setia pada perjanjian-Nya. Itulah kebenaran Allah.
Ketika kita membaca Roma 3:1-3, mungkin kita berpikir bahwa Allah seperti manusia yang tunduk kepada kedagingan. Allah tidak mungkin bersifat kedagingan karena keberadaan-Nya adalah Roh. Ia adalah Roh Kebenaran. Perbedaan yang antara Allah dan Israel (manusia) adalah bahwa Allah itu benar dan Israel (manusia) itu adalah pembohong (perhatikan ayat-4 sebagai kutipan kesaksian Maz 51:6).
GP-ers, sudah saatnya kita menyadari keberadaan kita yang tidak jauh dari sifat bangsa Israel. Kita sering tidak setia bahkan senantiasa berbohong. Namun, Allah itu adalah kasih dan oleh kasih itu Ia tidak pernah tidak setia terhadap kita yang berdosa kepada-Nya.
Karena perjanjian yang telah dimeteraikan-Nya dalam Yesus melalu Baptisan Kudus, maka Ia senantiasa menunjukkan kesetian-Nya untuk membuka hati dan menopang kita agar dapat memperoleh kesempatan baik bagi kehidupan yang benar bersama Dia.
Dosa kita adalah batu sandungan bagi keselamatan kita, tetapi kesetiaan-Nya membuka pintu rahmat-Nya bagi keselamatan kita.
Kemauan yang tidak sempurna orang benar disempurnakan Tuhan bagi keselamatannya. Itulah kebenaran Allah dalam kesetiaan perjanjian dengan manusia dalam kelemahannya. (JPT)
Doa:
"Kiranya sifat setia Tuhan, menjadikan saya juga orang yang setia kepada Tuhan", amin.
0 komentar:
Posting Komentar