Minggu, 25 Agustus 2013

SBP, Minggu, 25 Agustus 2013

Hidup Dalam Kebenaran.
2 Yohanes 1 : 4

Kebenaran adalah sesuatu yang re-latif. Apa yang dipahami sebagai ke-benaran oleh orang muda tidak sama dengan kebenaran yang dipahami oleh orang tua. Orang muda memahami ke-bebasan hidup sebagai suatu kebenaran. Sementara orang-orang tua memahami keteraturan hidup sebagai kebenaran. Perbedaan pemahaman tentang kebenaran bisa menimbulkan konflik dan perpecahan antara orang muda dan orang tua. Oleh karena itu, perlu dicari dasar pemahaman bersama tentang kebenaran. Paham kebenaran yang dimaksud adalah kebenaran yang sesuai perintah Tuhan seperti nyata dalam Alkitab.

Perintah Tuhan adalah kebenaran yang absolut/mutlak. Setiap orang yang melakukannya akan hidup dalam kebenaran. Sebaliknya, siapa yang tidak melakukannya akan hidup dalam ketidakbenaran atau di luar kebenaran. Meskipun begitu tidak semua orang mau hidup dalam kebenaran sesuai perintah Tuhan. Penulis surat mengatakan bahwa hanya separuh dari warga jemaat yang hidup dalam kebenaran; separuhnya tidak. Penulis bersukacita atas hal itu karena ia yakin bahwa separuh warga jemaat yang hidup dalam kebenaran tersebut mampu mempengaruhi banyak orang supaya mereka pun kembali hidup dalam kebenaran.

Banyak godaan yang mempengaruhi sehingga GP-ers tidak hidup dalam kebenaran. Karena itu, jika ada separuh GP-ers di jemaat tetap setia hidup dalam kebenaran, kita mesti bersukacita. Diharapkan bahwa yang separuh itu mampu mempengaruhi dunia sekitar agar makin banyak, bahkan semua orang hidup dalam kebenaran sesuai perintah Allah Bapa.

Sabtu, 24 Agustus 2013

SBP, Sabtu, 24 Agustus 2013

PATRIOT.IS.ME
Ester 10:3

Indonesia Unite adalah gerakan semangat anak muda untuk menciptakan perubahan yang lebih baik bagi Indonesia. Semangat ini diawali melalui tulisan #hastag tweeter tahun 2009. Ada satu ungkapan yang menarik dari Indonesia Unite yang dituangkan sebagai Amanat: "kami adalah generasi baru, yang menolak untuk hidup dan tumbuh dengan rasa takut. Kami memilih menjadi pemberani." Gerakan ini dapat dikatakan sebagai salah satu wujud dari sikap seorang pencinta tanah air (Patriot).

Mordekhai adalah seorang pencinta dan pembela tanah airnya. Dia adalah "Patriot" pada masanya. Hal ini nyata dalam perjalanan hidupnya, semua orang Yahudi termasuk sanak saudaranya sangat menghormati dan menyukainya (Ay.2a). Ia telah mengikhtiarkan yang baik bagi bangsanya dan berbicara untuk keselamatan bagi semua orang Yahudi dari keinginan jahat Haman (Ay.3b). Semua dilakukannya bukan untuk mencari kekuasaan atau penghargaan pribadi. Ia melakukannya hanya karena kecintaan pada bangsanya.

Saudaraku, ketika banyak orang mulai skeptis dengan situasi bangsa saat ini, sebagai generasi muda Kristen yang dihadirkan Tuhan di negeri ini, mari kita tetap memiliki spirit seperti Mordekhai. Ketika Tuhan menghadirkan kita di negeri ini, itu berarti ada tanggungjawab yang dipercayakan kepada kita. Jangan patah asa melihat keadaan bangsa, tapi tetaplah mencintai bangsa ini dengan melakukan yang terbaik bagi kemajuan bangsa ini. Jadilah Mordekhai masa kini. Dalam bidang apa pun, tetaplah berkarya untuk menjadikan Indonesia yang lebih baik karena PATRIOT.IS.ME.

SBP, Jumat, 23 Agustus 2013

HATI,
ESTER 7:1-6.

Kepercayaan Tibet Kuno meyakini bahwa hati yang murni adalah ibarat seorang raja yang memerintah dan otak adalah perdana menteri yang mengelola apa yang dikatakan raja. Kalau hati diliputi oleh kebaikan dan cinta, maka otak (kecerdasan) akan mengelola dan menuangkannya dalam tindakan nyata dengan hal-hal baik dan penuh cinta juga. Sikap dan perbuatan kita adalah pengungkapan dari apa yang ada di dalam hati kita.

Tindakan Ester yang memberanikan diri berbicara dengan raja Ahasyweros adalah wujud nyata dari hatinya yang dipenuhi oleh kebaikan dan cinta pada bangsanya. Ketika Haman berencana membinasakan semua orang Yahudi, Ester menggunakan otaknya untuk menemukan waktu yang tepat berbicara kepada raja. Ia berharap niat hatinya yang baik pada bangsanya, bisa didengar oleh raja. Dengan mengundang raja dan Haman pada perjamuan makan, Ester menggunakan momen tersebut untuk mengajukan pembelaan bagi bangsanya kepada raja. Ia mengatakan bahwa Haman adalah orang yang berniat jahat hendak membinasakan bangsanya. Setelah mendengar penjelasan dari Ester, raja Ahasyweros mengabulkan keinginan hati Ester dan memberi hukuman bagi Haman yang jahat (ay.7 dst).

Saudaraku, jika hati kita dipenuhi oleh kebaikan, maka otak kita pun akan berusaha mewujudkan niat hati itu sampai kebaikan dapat dinikmati oleh banyak orang. Sebaliknya, jika hati kita dipenuhi kejahatan maka otak kita pun akan berusaha mewujudkan kejahatan itu. Peliharalah hati untuk selalu diisi dengan kebaikan dan cinta, agar sikap dan perbuatan kita dapat memancarkan kebaikan dan cinta kasih juga.

Rabu, 21 Agustus 2013

SBP, Kamis, 22 Agustus 2013

Alat Tuhan.
Ester 4:12-17.

Sebuah Patung Kristus di Munster, Jerman rusak akibat perang dunia II. Ketika para serdadu Amerika memperbaikinya, mereka hanya dapat memperbaiki beberapa bagian yang rusak tetapi tidak pada kedua tangan patung itu. Kedua tangannya telah hancur dan sulit diganti. Tapi justru ketiadaan tangan patung itu telah memberi pesan tersendiri bagi banyak orang seperti yang dituliskan pada kalimat yang dipasang dibawah patung itu: Aku tidak punya tangan selain kamu. Kamulah tanganku.

Tuhanlah sumber keselamatan dan Ia dapat menggunakan siapa pun sebagai alatNya. Mordekhai sangat percaya akan hal tersebut. Oleh karena itu, ketika Ester hampir menolak menjadi alat Tuhan menyelamatkan orang  Yahudi dari ancaman pembinasaan, Mordekhai memperingatkan Ester bahwa Tuhan sanggup menggunakan siapapun untuk memberikan pertolongan bagi orang Yahudi dan bisa jadi justru kebinasaan akan menghampiri Ester. Mendengar peringatan itu, Ester sadar sehingga ia mau menjadi alat Tuhan. Hanya satu hal yang Ester minta dari orang-orang Yahudi, yaitu berpuasa untuknya.

Saudara, terkadang kita seperti Ester yang hampir menolak untuk menjadi alat Tuhan. Ada banyak alasan yang kita buat. Dari ketidakmampuan, kesibukan sampai pikiran yang mengatakan bahwa menjadi alat Tuhan akan membawa kita pada masalah dan persoalan baru. Tetapi, kisah Ester ini mengingatkan kita, bahwa ketika menolak menjadi alat Tuhan, Tuhan bisa menggunakan orang lain. Itu berarti kita kehilangan kesempatan untuk membuat hidup kita berguna. Berguna untuk sesama dan kemuliaan nama Tuhan. Jadi, jangan lewatkan kesempatan itu. Jadilah alatNya.

SBP, Rabu, 21 Agustus 2013

Ambisi.
Ester 3:1-6.

Tidaklah salah ketika seseorang memiliki ambisi. Ambisi adalah bahan bakar untuk mendorong seseorang mencapai keberhasilan. Kamus besar bahasa Indonesia mengatakan bahwa ambisi adalah keinginan (hasrat nafsu) yang besar untuk menjadi (memperoleh, mencapai) sesuatu (Seperti pangkat, kedudukan) atau melakukan sesuatu. Namun jika ambisi itu tidak ditempatkan pada tempat yang semestinya maka ambisi itu akan menjadi lahan kejahatan dan malapetaka, baik bagi dirinya maupun orang lain. Orang bisa menghalalkan segala cara untuk menggapai ambisinya tersebut.

Haman adalah pribadi yang ambisius. Ia ingin semua orang berlutut dan sujud kepadanya sesuai perintah raja. Ketika Mordekhai tidak berlutut dan sujud kepadanya. Haman menjadi begitu sangat marah kepada Mordekhai. Kekuasaan dan jabatan yang telah diberikan raja, telah membuatnya tinggi hati dan tidak menghargai orang lain. Ia tidak bertanya terlebih dahulu mengapa Mordekhai tidak sujud kepadanya. Ia berniat jahat hendak membunuh Mordekhai. Tapi karena pikirnya terlalu hina kalau membunuh hanya Mordekhai maka ia berencana memusnahkan seluruh oang Yahudi yang ada di wilayah kekuasaan Persia. Bagi Haman, tidak berlutut dan sujud kepadanya adalah sebuah pelanggaran berat yang harus mendapatkan hukuman mati. Dalam bacaan selanjutnya, kita menemukan bagaimana usaha Haman untuk mewujudkan ambisinya itu.

Saudara, ambisi adalah dorongan untuk melakukan sesuatu demi sebuah tujuan. Tapi, kalau tujuannya salah dan hanya untuk pementingan diri sendiri maka ambisi itu tidak ubahnya penyakit yang membawa kita pada kejahatan & malapetaka. Janganlah seperti Haman. Tapi, milikilah ambisi yang positif agar kita berkembang ke arah yang positif juga.

Selasa, 20 Agustus 2013

SBP, Selasa, 20 Agustus 2013

Hero,
Ester 2:21-23.

Wimar Witoelar pernah menulis sebuah artikel yang berjudul "Hero". Dalam tulisannya itu, ia mengatakan "... bagi orang baik, tidak penting dia dinilai baik atau buruk, selama dia nyaman dalam keyakinan telah menjalankan hidup dengan baik. Bagi orang yang demikian, ..... kepuasannya ... perbuatan yang baik". Itulah yang disebutnya "Hero" sejati. Pahlawan sejati tidak menuntut penghargaan atau penilaian apa pun dari perbuatan heroik yang telah dilakukannya. Karena pada akhirnya, orang sendiri akan mengenal siapa "pahlawan sejati"nya. Kata Witoelar: "We didn't lose the game; we just ran out of time". Hanya soal waktu saja dan semua akan tersingkapkan dengan sendirinya.

Ketika Mordekhai sedang bersantai di depan gerbang istana raja, ia mendengar persengkongklan Bigtan dan Teresh untuk membunuh raja Ahasyweros. Ia memberitahukannya kepada raja melalui Ester. Setelah diperiksa dan ternyata benar, kedua orang itu dihukum mati dan peristiwa itu dicatat di buku sejarah kerajaan. Mordekhai tidak mendapat atau meminta penghargaan apa pun dari raja. Ia hanya melakukan apa yang menurutnya baik. Ia adalah seorang "Hero" sejati.

Saudara, ketika kesempatan datang untuk melakukan yang baik bagi sesama, maka lakukanlah dengan sebaik-baiknya. Lakukan saja tanpa mengharapkan apa pun. Itu adalah ciri seorang "Hero" sejati. Kita tidak perlu membicarakannya kepada siapa pun. Seperti raja Ahasyweros yang akhirnya pun tahu apa yang telah dilakukan oleh Mordekhai ketika membaca buku sejarah Kerajaan (Est 6 : 1-2), demikianlah waktu sendiri yang akan menampakkan siapa pahlawan sejatinya. Jangan-jangan itu adalah saudara! (AK)

Doa
Ya Bapa, kami ingin berbuat yang baik dengan sebaik-baiknya, tanpa mengharap apa pun, selain untuk kemuliaanMu. Amin.

Minggu, 18 Agustus 2013

SBP, Senin, 19 Agustus 2013

Kesempatan,
Ester 2:5-10.

Chairil Anwar pernah menulis sebuah puisi yang di dalamnya ada sebuah frase berbunyi "sekali berarti, sudah itu mati". Penggalan syair ini ingin mengatakan bahwa kesempatan itu hanya datang sekali. Sama seperti hidup, setelah berlalu, ia takkan kembali lagi. Maka, ketika kesempatan itu datang, pergunakanlah dengan sebaik-baiknya. Kesempatan yang dimaksud di sini adalah kesempatan untuk menjadi lebih berarti dalam hidup bagi sesama. Kesempatan inilah yang tidak disia-siakan oleh Mordekhai, ayah angkat Ester.

Setelah ratu Wasti dilengserkan dari jabatannya sebagai permaisuri, raja Ahasyweros mengadakan sayembara untuk mencari ratu baru. Raja memerintahkan untuk mengumpulkan semua gadis yang elok rupanya di segenap daerah kerajaan untuk dipilihnya menjadi ratu ganti Wasti. Mordekhai yang tahu bahwa bahwa Ester elok perawakannya dan cantik parasnya, tidak menyia-nyiakan kesempatan itu. Ia membawa Ester ke dalam istana raja untuk didandani oleh dayang-dayang di bawah pengawasan Hegai. Untuk kemudian diperkenalkan kepada raja. Walau ia tahu bahwa ia dan Ester adalah orang Yahudi, tapi itu tidak membuatnya mundur untuk mencoba. Mordekhai percaya jika Ester menjadi permaisuri, maka kehidupan Ester akan lebih berarti, bukan hanya bagi bangsa Persia tapi teristimewa bagi orang Yahudi yang hidup tersebar di wilayah kekuasaan raja Ahasyweros.

Saudara, kesempatan untuk menjadi lebih berarti dalam hidup ini adalah milik semua orang. Kesempatan itu adalah anugerah Tuhan. Kesempatan itu datang mungkin untuk mengembangkan bakat, talenta atau kelebihan yang kita punyai. Jangan karena sedikit kelemahan yang ada, kita melepaskannya begitu saja. Ambillah kesempatan itu dan selebihnya serahkan pada Tuhan. Buatlah hidup yang sekali ini, menjadi berarti! (AK)

Doa
Ya Bapa, bantulah kami untuk menggunakan kesempatan yang Engkau beri dengan bijaksana.
Amin

SBP, Minggu, 18 Agustus 2013

Keputusan.
Ester 1:20-22.

Apakah akan kuliah atau tidak, kuliah dimana, mau melamar pekerjaan dimana, menikah dengan siapa, menetap dimana, dan lain sebagainya. Semuanya ini menuntut sebuah keputusan sebagai jawaban. Pertanyaan yang muncul adalah bagaimana kita tahu bahwa keputusan yang kita ambil telah tepat? Tepat atau tidak eputusan itu memang relatif dari sudut pandang mana kita melihatnya, tapi setidaknya yang harus diingat ada kalimat bijak mengatakan "Tidak seorang pun dapat membuat keputusan yang tepat kalau didasarkan pada ketakutan, kesedihan atau kekecewaan.

Dalam bacaan kita, Raja Ahasyweros juga mengambil sebuah keputusan yakni membuat undang-undang yang mengharuskan semua perempuan memberi hormat kepada suami mereka. Undang-undang ini disebarkan ke segenap daerah kekuasaannya dan ditulis menurut bahasa daerahnya masing-masing. Jika dilihat dari isi, undang-undang ini memang baik. Tapi, jika dilihat dari latarbelakang undang-undang ini dibuat, agaknya kita harus mengatakan bahwa keputusan ini tidak lebih dari sekedar luapan emosi raja Ahasyweros yang marah karena ratu Wasti tidak mau memenuhi keinginannya memamerkan kecantikan ratu kepada rakyat dan pembesar-pembesar.

Saudara, kita adalah penanggungjawab dari semua keputusan yang kita buat. Karenanya, jika diperhadapkan dengan sebuah pilihan yang harus diputuskan, bijaksananya pertimbangkan baik-baik terlebih dahulu dengan pikiran jernih, dengan disertai kepala yang tertunduk meminta pimpinan Tuhan dalam doa. Agar keputusan itu bukan merupakan luapan emosi, tapi keputusan yang telah kita pikir dengan masak-masak dari berbagai sudut. Ingatlah ketika kita mengambil keputusan dengan bijaksana, kita sedang memberi investasi yang baik untuk masa depan kita sendiri. (AK)

Doa:
Ya Bapa, bantulah kami untuk mengambil keputusan dengan bijaksana, Amin.

SBP, Sabtu, 17 Agustus 2013

Menjadi WNI Yang Baik.
Roma 13:1-5.

Menjadi Warga Negara Indonesia yang baik adalah kewajiban setiap orang Indonesia, apakah dia besar ataupun kecil. Warga Negara Indonesia yang baik adalah yang menghormati pemerintah dan menaati hukum/peraturan yang berlaku.

Dalam bacaan hari ini, Roma 5:1-5, Rasul Paulus menegaskan bahwa Pemerintah ditetapkan atas kehendak Allah (Ayat-1), untuk mengupayakan ketertiban hidup bangsa. Pedang adalah simbol kuasa untuk menghukum orang yang melakukan kejahatan (ayat-4), agar ketertiban dan kedamaian tetap terpelihara.

Hari ini, 17 Agustus, adalah hari peringatan proklamasi kemerdekaan RI. Enam puluh delapan tahun yang lalu, yakni tahun 1945. Allah telah menganugerahkan kita merdeka, lepas dari tangan mereka yang menjajah dan merusak masa depan kita.
Sekarang, sebagai pemuda dan generasi penerus kita harus memandang ke depan, mengisi kemerdekaan melalui pembangunan di segala bidang untuk memperoleh masa depan yang baik dan berbahagia.
Panggilan membangun masa depan yang adil dan kemakmuran tanpa perbedaan. Keadilan dan kebenaran kadang harus diperjuangkan melalui demonstrasi tetapi semua harus dilakukan dalam norma yang berlaku, bukan arogan yang merusak sarana umum kepentingan bangsa.

Berjuanglah dalam perjuangan yang benar dan songsonglah masa depan yang damai, adil dan sejahtera dalam rahmat Tuhan. (JPT)

Doa:
"Berkatilah kemerdekaan kami agar kami melakukan yang terbaik bagi kebersamaan bangsa ini", amin.

SBP, Jumat, 16 Agustus 2013

Pembenaran Bagi Kemuliaan.
Roma 5:1-5

Allah akan membenarkan manusia bukan karena memiliki pengetahuan hidup kekristenan, atau karena berbuat benar, dan sebagainya. Pembenaran Allah atas manusia adalah karena ia memiliki apa yang dikehendaki Allah.

Dalam bacaan hari ini, Roma 5:1-5, menurut Rasul Paulus bahwa pembenaran Allah atas manusia itu dasarnya adalah 2 hal, yaitu:
1. Iman/Percaya ; dan
2. bermegah dalam iman itu.
Apa maksudnya kedua hal itu?
Iman adalah percaya yang disertai dengan ketaatan kepada Tuhan Yesus (ayat 1-2); Bermegah adalah dengan mata iman dan ketulusan menjalani penderitaan untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah dan mengerti maksud Allah, agar hidup dalam pergumulan tidak mengecewakan (ayat 3-5).

GP-ers, tahukah anda untuk ada Tuhan membenarkan manusia? Agar mereka dimuliakan karena imannya dalam suka dan duka kehidupan sebagai pengikut Tuhan.

Bukankah anda juga ingin dimuliakan sebagai pengikut Kristus ?
Turutilah jalan hidup pembenaran oleh Allah, yaitu tingkatkan iman pribadi untuk bermegah dalam suka-duka kehidupan sebagai orang percaya.
Seperti buku "Habis gelap terbitlah terang" (kumpulan surat R.A. Kartini yang dibukukan oleh temannya) begitulah juga yang akan dialami oleh kita setelah berbagai tekanan hidup yang terjadi untuk menghambat iman kita, tetapi kita selamat dan menang karena bersandar dengan iman kepada Tuhan (JPT)

Doa
"Tuhan yang pengasih dan penuh anugerah, berilah Roh Kusud menyertai kehidupan saya dalam suka dan duka, agar saya dapat menang atas segala cobaan dan saya memetik kemuliaan dalam Tuhan", amin.

Rabu, 14 Agustus 2013

SBP, Kamis, 15 Agustus 2013

Kebahagiaan Sejati.
Roma 4:6-8.

Apakah yang akan membahagiakan manusia dalam hidupnya? Itulah yang dicari dan akan dilakukannya selama hidupnya.
Kebahagiaan tidak ada pada kepandaian, atau pada kekayaan, atau pada kedudukan terhormat, atau pada kecantikan/ketampanan, dan sebagainya.

Dalam bacaan hari ini, Roma 4:6-8, Rasul Paulus mengatakan bahwa raja Daud mengungkapkan "Kebahagiaan itu bukan dibenarkan berdasarkan perbuatannya, melainkan karena: pelanggarannya diampuni, dan dosa-dosanya ditutupi, dan kesalahannya tidak diperhitungkan Tuhan" (ayat 7-8 yang dikutip dari Maz 32:1-2).
Jadi, bahwa kepandaian, kekayaan dan kedudukan tidak akan membahagiakan hidup manusia kalau dosa, pelanggaran atau kesalahannya tidak diampuni Tuhan.
Karena itu betapa pentingnya pengampunan Tuhan.
GP-ers, katakanlah di mana anda mencari kebahagiaan selama ini? Apakah anda telah mendapatkannya? Jujur saja, hanya kesia-siaan, bukan?
Raja Daud memberitahukan jalan kebahagiaan itu, yakni "Carilah anugerah pengampunan-Nya selagi mungkin kita lakukan".
Pengampunan itu adalah pengudusan oleh Tuhan dari segala dosa dan kesalahan yang sengaja atau tidak sengaja, besar atau kecil serta dalam pikiran, perkataan atau perbuatan.
Semua orang telah berbuat dosa perlu mencari anugerah pengampunan, karena upah dosa itu maut tetapi karunia atau anugerah Allah itu adalah hidup kekal dalam Kristus, Tuhan kita. Sekali lagi, carilah anugerah pengampunan itu dalam Tuhan agar kamu berbahagia selamanya. (JPT)

Doa:
"Tuhan, ampuni dosa saya dan kuduskanlah saya bagi rencana-Mu di dunia ini", amin.

SBP, Rabu, 14 Agustus 2013

Kebenaran Allah.
Roma 3:1-3.

Bangsa Yahudi atau orang Israel adalah umat perjanjian Allah. Kepada mereka dipercayakan firman Allah untuk diberitakan kepada segala bangsa. Kelebihan bangsa perjanjian Allah ialah bahwa sekalipun bangsa itu tidak setia tetapi Allah tetap setia pada perjanjian-Nya. Itulah kebenaran Allah.

Ketika kita membaca Roma 3:1-3, mungkin kita berpikir bahwa Allah seperti manusia yang tunduk kepada kedagingan. Allah tidak mungkin bersifat kedagingan karena keberadaan-Nya adalah Roh. Ia adalah Roh Kebenaran. Perbedaan yang antara Allah dan Israel (manusia) adalah bahwa Allah itu benar dan Israel (manusia) itu adalah pembohong (perhatikan ayat-4 sebagai kutipan kesaksian Maz 51:6).

GP-ers, sudah saatnya kita menyadari keberadaan kita yang tidak jauh dari sifat bangsa Israel. Kita sering tidak setia bahkan senantiasa berbohong. Namun, Allah itu adalah kasih dan oleh kasih itu Ia tidak pernah tidak setia terhadap kita yang berdosa kepada-Nya.
Karena perjanjian yang telah dimeteraikan-Nya dalam Yesus melalu Baptisan Kudus, maka Ia senantiasa menunjukkan kesetian-Nya untuk membuka hati dan menopang kita agar dapat memperoleh kesempatan baik bagi kehidupan yang benar bersama Dia.
Dosa kita adalah batu sandungan bagi keselamatan kita, tetapi kesetiaan-Nya membuka pintu rahmat-Nya bagi keselamatan kita.

Kemauan yang tidak sempurna orang benar disempurnakan Tuhan bagi keselamatannya. Itulah kebenaran Allah dalam kesetiaan perjanjian dengan manusia dalam kelemahannya. (JPT)

Doa:
"Kiranya sifat setia Tuhan, menjadikan saya juga orang yang setia kepada Tuhan", amin.

Selasa, 13 Agustus 2013

SBP, Selasa, 13 Agustus 2013

Karya Roh Kudus.
Roma 2: 29.

Rasul Paulus menghadapi kefanatikan orang-orang Yahudi yang selalu membanggakan dirinya karena perbuatannya berdasarkan pada Hukum Taurat Allah dan sunat sebagai tanda hidup dalam perjanjian Allah. Demikian juga kefanatikan orang-orang Yunani yang mengutamakan moral yang baik. Keduanya selalu mengutuk kelakuan jahat orang-orang kafir.

Dalam bacaan hari ini yang cuma satu ayat, Roma 2:29, Rasul menjelaskan mengenai keyahudian dan sikap moral sejati. Menurut Paulus, keyahudian sejati dan moral sejati bukan yang kelihatan, sebab hal itu bisa merupakan suatu manipulasi. Keyahudian dan moral sejati itu adalah dalam hati karena Roh Kudus ada dan bekerja di hati mereka. Sehingga mereka tidak perlu bersikap fanatik.

Dengan menekankan hal itu, Paulus mau menyatakan bahwa seperti itulah hidup Kristen. Hidup oleh iman karena Roh Kudus hadir dan bekerja dalam hati setiap orang percaya. Ia tidak hidup dalam kebanggan tetapi hidup dalam kebenaran oleh Roh Kudus.

GP-ers yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus, janganlah bersikap sombong rohani dengan firman Tuhan. Bukan itu yang Tuhan kehendaki. Tetapi bersyukur dan memuliakan Tuhan dengan hati, mulut dan perbuatan sesuai tuntutan Roh Kudus yang bertakhta di hati kita.

Karya Roh Kudus itu nyata bukan dengan kesombongan tetapi kerendahan hati dan hidup dengan penuh rasa syukur kepada Tuhan yang memakai kita dalam rencana-Nya bagi dunia untuk memperkenalkan kebenaran kepada yang hidup dalam kesesatan atau jauh dari kehendak Tuhan.(JPT)

Doa
"Teguhkan hatiku dalam rencana-Mu, Tuhan, agar kebenaran bersinar bagi kemuliaan Tuhan", amin.

Minggu, 11 Agustus 2013

SBP, Senin, 12 Agustus 2013

Berhala Kebebalan.
Roma 1:21-25.

Allah menciptakan kehidupan bagi manusia dan memimpin kehidupan ini melalui Roh-Nya, Roh itu menyebabkan manusia mengenai hal yang benar dan hal yang baik yang dikehendaki Allah.

Bacaan kita hari ini mengungkapkan bahwa banyak orang hatinya bebal (= susah/tidak bisa mengerti) kehendak Allah. Mereka mengikuti keinginan hatinya yang bodoh dan seakan berhikmat, dengan menyembah ilah seperti menyembah Allah. Mereka menggantikan kemuliaan Allah yang abadi dengan gambaran fana yang mirip dengan binatang-binatang dan disembahnya. Kebebalan mereka menyebabkan mereka hidup dalam kegelapan yang dimurkai Allah.

GP-ers, mungkin kita tidak melakukan apa yang diperbuat oleh orang bebal itu, tetapi hidup kita bisa merupakan bukti kebebalan kita seperti mereka. Lebih mengutamakan ego dari pada kasih, atau lebih mengutamakan nafsu dari pada taat kepada firman, atau mungkin juga karena cinta kepada sang kekasih maka kita mengabaikan pengabdian kepada Tuhan.
Kita tahu apa yang seharusnya tetapi kita tidak melakukannya atau melakukan yang sebaliknya, itu adalah kebebalan dan dosa.

Kebebalan menyeret kita kepada perilahan nafsu yang membangkitkan murka Allah. Karena itu hendaklah rohmu menyala-nyala oleh terang Roh Kudus Allah yang selalu menyertai kita agar kita tahu yang benar dan melakukan yang baik bagi Allah. (JPT)

Doa
"Tuhan, berilah saya hati yang taat dan tulus supaya saya sanggup melakukan apa yang Tuhan kehendaki", amin.

SBP, Minggu, 11 Agustus 2013

Dasar Keselamatan.
Roma 1:16-17.

Paulus mulanya anti Kristus. Ketika ia berupaya mencari dan membinasakan orang Kristen di kota Damsyik, ia berjumpa dengan Tuhan Yesus. Peristiwa itu menyebabkan ia mengalami goncangan batin dan kebutaan. Namun Tuhan mengutus seorang pengikutNya untuk mencelikkan matanya melalui mujizat ilahi (Kis. 9). Sejak itu Roh Kudus menguasai hidup Pauus dan membuat ia percaya bahwa Yesus adalah Anak Allah, Juru Selamat.

Paulus baru menyadari bahwa Yesus adalah inti Kabar Sukacita (= injil) dari Allah. Roma 1:16-17 inti pokok injil adalah keselamatan bertolak dari iman. Hidup Kristen merupakan persoalan iman atas anugerah Allah. Keyakinan inilah yang menyemangati misinya kepada segala bangsa tanpa takut terhadap apapun. Sikap Paulus merupakan cerminan iman dan pengabdian yang sejati.

GP-ers, kitapun seharusnya memiliki iman dan pengabdian seperti Paulus, bukan setengah-setengah seperti yang terjadi sekarang ini. Setelah percaya, karena ragu oleh adanya cobaan dan setengah mengabdi karena adanya berbagai kepentingan kita yang tidak bisa diabaikan.

Iman dan pengabdia kepada Kristus harus merupakan segalanya dan yang utama bagi hidup kita. Jangan menomor duakan Dia daripada segala urusan kita. Percayalah bahwa Ia akan memberik yang terbaik bagi kita dari apa yang telah kita korbankan karena iman dan pengabdian kita kepada Dia. (JPT)

Jumat, 09 Agustus 2013

Bina Pengurus Gerakan Pemuda Bukit Zaitun (Part I)

Selesai sudah rangkaian kegiatan Bina Pengurus Gerakan Pemuda Bukit Zaitun hari pertama yang dimulai dengan ibadah pembukaan pada pukul 09.00 dan kemudian dilanjutkan dengan materi-materi.
Hari pertama ini ada 4 materi, yang pertama adalah "Menyusun,Mempersiapkan dan Menyampaikan khotbah" yang dibawakan oleh Pdt. W.T.C. Melatunan, S.Th., M.Min, yang kedua adalah "Manajemen Waktu" yang dibawakan oleh Pnt. Melky Dores, yang ketiga adalah Interpersonal Skills Improvement yang dibawakan oleh Sdri. Wanda Silanno S.Psi, dan yang terakhir adalah "Cara Membuat Ibadah yang Kreatif" yang dibawakan oleh Pdt. Nitis P. Harsono M.Th. Setelah materi selesai, kegiatan ini ditutup dengan Bedah Film "Courageous" yang didampingi oleh Sdr. Steven Lengkey.
Satu yang berbeda pada Bina Pengurus kali ini adalah Pesertanya tidur di lantai 3 GSG Bukit Zaitun, beralaskan karpet. Mungkin bakal ada pro dan kontra disini, tapi menurut saya, disinilah keunikannya, jangan kita  menganggap suatu Bina Pengurus itu harus di tempat yang istimewa, di tempat seperti gedung dengan sejumlah kamar, di sebuah tempat rekreasi ataupun diadakan digereja tapi hanya dari pukul 10.00-21.00 seperti yang biasa diadakan, hal yang dilakukan oleh PTJ Gerakan Pemuda Bukit Zaitun ini adalah suatu hal yang dapat membangun hubungan yang akrab antara pengurus yang satu dengan yang lain dan dapat menjadi suatu cerita yang unik untuk bisa di share ke Pengurus Gerakan Pemuda di jemaat lain.
Kegiatan ini akan dilanjutkan pada pagi hari sampai sore hari sebentar, yaitu dari pukul 06.00-15.00, bakal ada outbond dan materi lain yang akan didapatkan lagi.