Kamis, 30 Januari 2014

SBP, Kamis, 16 Januari 2014

Ingat Tuhan,
Ulangan 8:18.

Kekayaan bisa menjerat manusia pada kesombongan diri. Kenyataan ini sudah diantisipasi sehingga Allah berfirman agar bangsa Israel tidak jatuh dalam dosa pemberhalaan diri dengan mengatakan bahwa segala kekayaan yang ada sebab kehebatan pribadi. Kecenderungan semacam ini merupakan gejala umum dalam diri setiap manusia yang mulai membusungkan dada dan berkata angkuh saat kehidupan ekonomi dan keuangannya semakin baik. Bahkan dengan tajam dan emosional si sombong bisa berkata, "kamu juga bisa aku beli!".

Bangsa Israel diingatkan untuk tidak melupakan kebaikan Tuhan yang memberkati hidup mereka. Bangsa ini sebelumnya hanya budak di tanah Mesir yang kehilangan status dan hak mereka sebagai manusia merdeka. Mereka bekerja tanpa batas dan diperlakukan dengan rendah tanpa harga diri. Keluhan dan kesesakan mereka dalam doa didengat Tuhan sehingga diutus Musa untuk terlibat dalam rencana pembebasan dan penyelamatan Allah. Selama empat puluh tahun mereka melintasi padang gurun yang sarat dengan tantangan: kelaparan, kehausan, dan serangan binatang buas. Tuhan menjaga, melindungi dan memelihara mereka dengan selamat. Akhir perjalanan mereka adalah tanah perjanjian yang berlimpah susu dan madu. Tanah itu subur sehingga mereka dapat memanen hasil bumi dengan berlimpah. Hidup mereka diberkati Allah dengan luar biasa.

Hidup kita bisa berujung sama seperti bangsa Israel yang diberkati Tuhan. Syaratnya: hidup mengandalkan Tuhan dan bersyukur atas semua prestasi dan keberhasilan yang diraih. Kesombongan kadang datang begitu saja tanpa disadari sebab kita lengah dan tersanjung dengan pujian manusia. Kita perlu waspada dan untuk itu jangan lalaikan firman Allah dan selalu berdoa dengan tekun. Bersyukurlah dan permuliakan Tuhan dengan perkataan, perbuatan dan harta yang saudara miliki.

0 komentar:

Posting Komentar