Komitmen kita kepada Tuhan,
I Korintus 16:5.
I Korintus 16:5.
Korintus pada waktu itu adalah kota yang angkuh secara intelek, kaya secara materi, dan bejat secara moral. Segala macam dosa merajalela di kota ini yang terkenal karena perbuatan cabul dan hawa nafsu mereka. Dan dosa-dosa dari lingkungan sekitar ini sedikit banyak telah masuk dan mempengaruhi jemaat yang dibangun sendiri oleh Paulus. Paulus mendirikan jemaat Korintus itu pada masa perjalanan misinya yang kedua (Kis 18:1-17). Sebelumnya Paulus memang mengatakan kepada jemaat Korintus tentang rencananya mengunjungi mereka setelah ia ke Makedonia (1 Korintus 16:5). Ternyata perjalanan itu dibatalkan, dan kemudian memang terjadi perubahan dalam realisasi perjalanannya (15-16). Karena hal ini, jemaat Korintus jadi salah mengerti dan menganggap Paulus sebagai orang yang tidak bisa dipercaya. Sebab itu, mereka meragukan juga kasihnya pada mereka. Tentu saja Paulus tidak ingin mendiamkan kesalahpahaman itu. Langkah bijak yang dilakukan Paulus dengan hikmat yang diberikan Roh kudus adalah dengan cara mengirim surat-surat yang tegas kepada jemaat di Korintus bukan dengan datang dan pada akhirnya menegor secara langsung ketidakdisiplinan mereka. Ia menjelaskan pada suratnya bahwa ia membuat perencanaan bukan berdasarkan ambisi pribadi, tetapi berdasarkan tuntutan Roh Kudus. Perubahan rencana bukanlah tanda bahwa dirinya tidak konsisten. Sebagai pelayan Tuhan ia harus bijak.
Disadari ataupun tidak disadari bahwa segala tindakan, perkataan, gagasan dan sebagainya yang ada pada seseorang selalu ada konsikuensinya. Termasuk keputusan, maupun tindakan yang dilakukan oleh rasul Paulus dalam melayani pekerjaan Tuhan. Paulus melayani Tuhan dari kota satu ke kota lainnya, diantaranya Makedonia, Efesus, Korintus dan banyak kota lainnya. Memang, secara fisik bahwa pelayanan yang dilakukan oleh rasul Paulus itu sangat melelahkan, belum lagi ditambah dengan persoalan-persoalan lainnya. Inilah konsekuensi yang harus diterima oleh rasul Paulus, dan rasul Paulus menyadari akan hal itu. Tetapi semuanya itu tidak melemahkan rasul Paulus dalam melayani Tuhan, justru bagi rasul Paulus hal tersebut sangat menyenangkan sebab melayani Tuhan merupakan kehormatan yang tidak ada bandingnya. Untuk itu ia menulis surat yang ditujukan kepada jemaat di Korintus, katanya : "sebab disini banyak kesempatan bagiku untuk mengerjakan pekerjaan yang besar dan penting, sekalipun ada banyak penentang." Pertanyaan bagi kita (red:GePeers)..... apa yang sudah kita rencanakan untuk mendukung program kerja di 2013-2014........ jangan pernah berubah hanya karena ambisi dengan sesuatu yang pada akhirnya merusak persekutuan. Tapi belajar dari rasul Paulus tetap komitmen serta konsisten dan bertanggung jawab..... inga-inga kalau sudah komitmen dengan Tuhan harus Finishing well... (JJCU/CS)
Doa
Ajarkan kami untuk selalu menjadi pelayan Tuhan yang bertanggung jawab dan berkomitmen
0 komentar:
Posting Komentar