Kamis, 30 Januari 2014

SBP, Sabtu, 11 Januari 2014



Percaya Pada Janji Tuhan,
Yosua 2:24.

Yosua mengatur strategi perang dengan melepas dua mata-mata mengamati kota Yerikho. Kehadiran keduanya diketahui. Para petugas pulang dengan tangan kosong sebab kedua pengintai itu diselamatkan Rahab. Laporan akhir memperlihatkan bahwa Tuhan pasti memberikan kota Yerikho bagi bangsa Israel. Kondisi sosial-kejiwaan menunjukkan rasa takut hebat mereka menghadapi bangsa Israel. Mereka ternyata sudah kalah sebelum berperang.

Mengapa bangsa Yerikho mengalami tekanan hebat? Bukankah mereka memiliki pasukan perang terlatih, persenjataan lengkap dan penguasaan lapangan yang lengkap? Rupanya mereka gemetar sebab bangsa Israel telah dapat membebaskan diri dari bangsa Mesir yang lebih besar dan lebih kuat dari bangsa Yerikho. Penilaian mereka tidak salah. Mereka benar-benar ketakutan menghadapi serangan dari bangsa Israel. Suasana kebatinan demikian dapat ditangkap dengan mudah. Tidak ada yang dapat disembunyikan saat ketakutan datang. Tuhan terlibat dalam peperangan bersama bangsa-Nya. Kemenangan demi kemenangan menjadi bukti pertolongan Tuhan. Dampaknya jelas menggetarkan siapa saja, tak terkecuali bangsa Yerikho. Segala kehebatan dan kebanggaan yang mereka miliki tak ada artinya, sebab kemampuan mereka tak sebanding dengan kuasa Allah yang luar biasa.

Tantangan seberat apapun dengan lawan setangguh apapun, hendaknya tidak melemahkan dan mengecilkan kekuatan kita dalam menghadapinya. Jika kita lemah dan menganggap diri kecil, akibatnya sangat memprihatinkan. Kita bisa kalah sebelum berperang. Kita sudah lempar handuk sebelum berkeringat. Maukah kita bayar harga dengan berlaku setia dan berani menghadapi tantangan yang datang dengan kekuatan Allah? Kedua mata-mata memberikan kesaksian iman yang positif. Mereka memperkatakan berkat Allah. Yang sama harus kita perbuat dengan selalu memperkatakan kuasa Yesus yang hebat. Mujizat Allah pasti terjadi dalam hidup kita.


0 komentar:

Posting Komentar