Sabtu, 08 Februari 2014

SBP, Kamis, 23 Januari 2014

Tuhan Menggenapi Janjinya,
2 Tawarikh 6:10-11.

Ada nyanyian: "Tinggi Gunung sribu janji, tak terbatas kata-kata." Itulah janji manusia, banyak bohongnya dari pada benarnya. Tetapi tidak demikian janji Tuhan. Tuhan berjanji kepada Daud bahwa Salomo akan menjadi raja menggantikannya dan akan mendirikan rumah bagi nama Tuhan. Tuhan menepati janjiNya kepada Daud dan Kebenaran janji Tuhan dialami oleh raja Salomo sendiri.

Dalam bacaan kita, 2 Tawarikh 6:10-11, raja Salomo bersaksi bahwa ia membangun rumah bagi nama Tuhan dan meletakkan tabut perjanjian Tuhan dengan Israel dalam nama Tuhan. Tabut berisi dua loh batu mengenai "Sepuluh Firman Tuhan" dan "tongkat Musa" yang bertunas. Makna tabut adalah kehadiran Tuhan yang mengikat perjanjian dengan Israel (pada "Sepuluh Firman" itu), akan selalu menjadi sandaran dan pedoman hidup bangsa Israel. Sebab janji Tuhan itu benar dan menjadi cermin pengharapan.
Dengan demikian Israel akan selalu setia pada Tuhan dan menjalankan kehidupannya bagi kebesaran nama Tuhan.
Ini merupakan suatu citra rohani seorang raja yang takut akan Tuhan dan memimpin rakyat sebagai umat Tuhan dalam terang kebenaran serta percaya kepada janji Tuhan.

GP-ers, bila anda melihat berkat Tuhan menyertai karya anda, maka hendaklah anda bersyukur dan bersandarlah pada firman Tuhan yang merupakan janji bagi kesuksesan anda. Janji Tuhan merupakan sandaran yang teguh bagi masa depan yang tidak mengecewakan.
Belajarlah dari iman raja Salomo dan sikap hidupnya yang memperhatikan perbuatan Tuhan dalam hidupnya, sehingga ia menyelaraskan hidupnya terhadap janji Tuhan. Dan raja salomo menjadi raja Israel yang besar dan sukses bahkan sebelum dan sesudahnya tidak ada yang seperti dia.

0 komentar:

Posting Komentar