Pembenaran,
Roma 4:20-25.
Rasul Paulus membicarakan tentang janji Allah kepada Abraham, untuk memperoleh keturunan dan tempat tinggalnya. Karena percaya kepada janji Allah dan mengandalkannya, maka Abraham beroleh pembenaran dari Allah dan janji-Nya diwujudkan. Sehingga keturunannya disebut bangsa Israel dan tempat tinggalnya disebut Tanah Perjanjian.
Jadi, kunci pembenaran Allah adalah percaya atau mengimani segala yang Allah janjikan.
Pembenaran juga akan kita alami karena percaya atau beriman pada firman janji Allah. Allah menjanjikan keselamatan dan masa depan sorgawi yang bahagia, bagi kita yang mau hidup bersama Dia. Pembenaran itu menetapkan kita sebagai umat perjanjian-Nya di dalam Yesus Kristus dan kehidupan sorgawi sebagai Tanah Perjanjian Tuhan bagi kita.
Tetapi Pembenaran karena iman itu jangan disalah artikan, bukan asal percaya saja sudah beres. Pembenaran mengharuskan kita menjadi umat-Nya yang setia.
Setia berarti berasa dalam ketaatan kepada Allah, baik menyangkut ibadah, kebenaran, kasih, keadilan, dan melakukan kehendak-Nya. Kehendak Allah tercermin dalam firman-Nya bagi kita yang tersurat didalam Alkitab.
Pembenaran menuntut sikap hidup dan perbuatan itu selaras dengan pengakuan iman kepada Tuhan.
GP-ers yang kekasih, tak seorangpun dari kita yang mau ditolak Tuhan. Ditolak berarti kehilangan anugerah Allah dan masa depan sorgawi. Untuk itu, janganlah mengabaikan Tuhan dalam kegiatan hidup kita. Janganlah mengandalkan kekuatan kita sendiri dalam pelayanan. Mengabaikan Tuhan dan mengandalkan diri sendiri adalah penyangkalan iman kepada Tuhan.
Pembenaran adalah kesetiaan kepada Tuhan dalam segala hal, karena Dia selalu setia bersama kita dalam hidup dan perjuangan iman kita.
Roma 4:20-25.
Rasul Paulus membicarakan tentang janji Allah kepada Abraham, untuk memperoleh keturunan dan tempat tinggalnya. Karena percaya kepada janji Allah dan mengandalkannya, maka Abraham beroleh pembenaran dari Allah dan janji-Nya diwujudkan. Sehingga keturunannya disebut bangsa Israel dan tempat tinggalnya disebut Tanah Perjanjian.
Jadi, kunci pembenaran Allah adalah percaya atau mengimani segala yang Allah janjikan.
Pembenaran juga akan kita alami karena percaya atau beriman pada firman janji Allah. Allah menjanjikan keselamatan dan masa depan sorgawi yang bahagia, bagi kita yang mau hidup bersama Dia. Pembenaran itu menetapkan kita sebagai umat perjanjian-Nya di dalam Yesus Kristus dan kehidupan sorgawi sebagai Tanah Perjanjian Tuhan bagi kita.
Tetapi Pembenaran karena iman itu jangan disalah artikan, bukan asal percaya saja sudah beres. Pembenaran mengharuskan kita menjadi umat-Nya yang setia.
Setia berarti berasa dalam ketaatan kepada Allah, baik menyangkut ibadah, kebenaran, kasih, keadilan, dan melakukan kehendak-Nya. Kehendak Allah tercermin dalam firman-Nya bagi kita yang tersurat didalam Alkitab.
Pembenaran menuntut sikap hidup dan perbuatan itu selaras dengan pengakuan iman kepada Tuhan.
GP-ers yang kekasih, tak seorangpun dari kita yang mau ditolak Tuhan. Ditolak berarti kehilangan anugerah Allah dan masa depan sorgawi. Untuk itu, janganlah mengabaikan Tuhan dalam kegiatan hidup kita. Janganlah mengandalkan kekuatan kita sendiri dalam pelayanan. Mengabaikan Tuhan dan mengandalkan diri sendiri adalah penyangkalan iman kepada Tuhan.
Pembenaran adalah kesetiaan kepada Tuhan dalam segala hal, karena Dia selalu setia bersama kita dalam hidup dan perjuangan iman kita.
0 komentar:
Posting Komentar