Tetap,
Bilangan 23 : 17-20.
Masih tertinggal dalam ingatan saya potongan lagu yang diplesetkan itu: "Lauk pauk tidak berubah, tidak berubah, tidak berubah...." Aksi Bakti Sosial Pemuda di Cikaso, tahun 1997. Ratusan pemuda menyanyikan itu ketika tim konsumsi dari atas tronton atau mobil bak terbuka membagi-bagikan makanan yang isinya selalu sama dari hari ke hari. Nasi putih, sayur daun singkong dan telur rebus. Tentu saja plesetan yang berulang-ulang dinyanyikan saban menjelang makan siang itu sekedar guyon, bukan bermaksud nyinyir atas berkat Tuhan yang telah disediakan panitia.
Lauk pauk di kegiatan ABSP tadi tidak berubah. Begitu juga sikap TUHAN Allah terhadap umat Israel. Kendati umat Israel terkenal tegar tengkuk, janjiNya untuk senantiasa memberkati umat Israel tidak berubah. Itulah yang disampaikan Bileam kepada Balak, raja orang Moab, manakala Balak meminta Bileam menyerapahi umat Israel dengan kutuk. Dikatakan Bileam, bahwa firman Tuhan tak pernah berubah. Tiga kali banyaknya Balak meminta Bileam mengucapkan sumpah serapah yang diwarnai kutuk, berkali-kali pula Bileam mengatakan bahwa TUHAN Allah tetap memberkati Israel. Allah telah berjanji untuk memberkati umat Israel, dan janji itu tak akan lekang.
Barangkali kita merasa bahwa Tuhan telah ingkar janji karena kehidupan kita yang tak kunjung berhasil. Kegagalan demi kegagalan kadangkala kita alami. Justru ditengah situasi seperti itu, sebaiknya kita mengingat kembali Amanat Agung yang pernah disampaikan Tuhan Yesus. Ia akan menyertai kita sampai akhir zaman. Artinya, tidak sedikit pun peristiwa dalam hidup kita yang lepas dari campur tanganNya. Allah terus berkarya dalam hidup kita. Demikianlah inti iman kita, yakni dengan senantiasa membiarkan Allah berkarya dalam hidup kita untuk mendatangkan kebaikan bagi kita yang hidup dalam rencana Allah. Langit dan bumi akan lenyap, tetapi firman Allah tinggal tetap.
Bilangan 23 : 17-20.
Masih tertinggal dalam ingatan saya potongan lagu yang diplesetkan itu: "Lauk pauk tidak berubah, tidak berubah, tidak berubah...." Aksi Bakti Sosial Pemuda di Cikaso, tahun 1997. Ratusan pemuda menyanyikan itu ketika tim konsumsi dari atas tronton atau mobil bak terbuka membagi-bagikan makanan yang isinya selalu sama dari hari ke hari. Nasi putih, sayur daun singkong dan telur rebus. Tentu saja plesetan yang berulang-ulang dinyanyikan saban menjelang makan siang itu sekedar guyon, bukan bermaksud nyinyir atas berkat Tuhan yang telah disediakan panitia.
Lauk pauk di kegiatan ABSP tadi tidak berubah. Begitu juga sikap TUHAN Allah terhadap umat Israel. Kendati umat Israel terkenal tegar tengkuk, janjiNya untuk senantiasa memberkati umat Israel tidak berubah. Itulah yang disampaikan Bileam kepada Balak, raja orang Moab, manakala Balak meminta Bileam menyerapahi umat Israel dengan kutuk. Dikatakan Bileam, bahwa firman Tuhan tak pernah berubah. Tiga kali banyaknya Balak meminta Bileam mengucapkan sumpah serapah yang diwarnai kutuk, berkali-kali pula Bileam mengatakan bahwa TUHAN Allah tetap memberkati Israel. Allah telah berjanji untuk memberkati umat Israel, dan janji itu tak akan lekang.
Barangkali kita merasa bahwa Tuhan telah ingkar janji karena kehidupan kita yang tak kunjung berhasil. Kegagalan demi kegagalan kadangkala kita alami. Justru ditengah situasi seperti itu, sebaiknya kita mengingat kembali Amanat Agung yang pernah disampaikan Tuhan Yesus. Ia akan menyertai kita sampai akhir zaman. Artinya, tidak sedikit pun peristiwa dalam hidup kita yang lepas dari campur tanganNya. Allah terus berkarya dalam hidup kita. Demikianlah inti iman kita, yakni dengan senantiasa membiarkan Allah berkarya dalam hidup kita untuk mendatangkan kebaikan bagi kita yang hidup dalam rencana Allah. Langit dan bumi akan lenyap, tetapi firman Allah tinggal tetap.
0 komentar:
Posting Komentar