Kesempatan,
Ester 2:5-10.
Chairil Anwar pernah menulis sebuah puisi yang di dalamnya ada sebuah frase berbunyi "sekali berarti, sudah itu mati". Penggalan syair ini ingin mengatakan bahwa kesempatan itu hanya datang sekali. Sama seperti hidup, setelah berlalu, ia takkan kembali lagi. Maka, ketika kesempatan itu datang, pergunakanlah dengan sebaik-baiknya. Kesempatan yang dimaksud di sini adalah kesempatan untuk menjadi lebih berarti dalam hidup bagi sesama. Kesempatan inilah yang tidak disia-siakan oleh Mordekhai, ayah angkat Ester.
Setelah ratu Wasti dilengserkan dari jabatannya sebagai permaisuri, raja Ahasyweros mengadakan sayembara untuk mencari ratu baru. Raja memerintahkan untuk mengumpulkan semua gadis yang elok rupanya di segenap daerah kerajaan untuk dipilihnya menjadi ratu ganti Wasti. Mordekhai yang tahu bahwa bahwa Ester elok perawakannya dan cantik parasnya, tidak menyia-nyiakan kesempatan itu. Ia membawa Ester ke dalam istana raja untuk didandani oleh dayang-dayang di bawah pengawasan Hegai. Untuk kemudian diperkenalkan kepada raja. Walau ia tahu bahwa ia dan Ester adalah orang Yahudi, tapi itu tidak membuatnya mundur untuk mencoba. Mordekhai percaya jika Ester menjadi permaisuri, maka kehidupan Ester akan lebih berarti, bukan hanya bagi bangsa Persia tapi teristimewa bagi orang Yahudi yang hidup tersebar di wilayah kekuasaan raja Ahasyweros.
Saudara, kesempatan untuk menjadi lebih berarti dalam hidup ini adalah milik semua orang. Kesempatan itu adalah anugerah Tuhan. Kesempatan itu datang mungkin untuk mengembangkan bakat, talenta atau kelebihan yang kita punyai. Jangan karena sedikit kelemahan yang ada, kita melepaskannya begitu saja. Ambillah kesempatan itu dan selebihnya serahkan pada Tuhan. Buatlah hidup yang sekali ini, menjadi berarti! (AK)
Ester 2:5-10.
Chairil Anwar pernah menulis sebuah puisi yang di dalamnya ada sebuah frase berbunyi "sekali berarti, sudah itu mati". Penggalan syair ini ingin mengatakan bahwa kesempatan itu hanya datang sekali. Sama seperti hidup, setelah berlalu, ia takkan kembali lagi. Maka, ketika kesempatan itu datang, pergunakanlah dengan sebaik-baiknya. Kesempatan yang dimaksud di sini adalah kesempatan untuk menjadi lebih berarti dalam hidup bagi sesama. Kesempatan inilah yang tidak disia-siakan oleh Mordekhai, ayah angkat Ester.
Setelah ratu Wasti dilengserkan dari jabatannya sebagai permaisuri, raja Ahasyweros mengadakan sayembara untuk mencari ratu baru. Raja memerintahkan untuk mengumpulkan semua gadis yang elok rupanya di segenap daerah kerajaan untuk dipilihnya menjadi ratu ganti Wasti. Mordekhai yang tahu bahwa bahwa Ester elok perawakannya dan cantik parasnya, tidak menyia-nyiakan kesempatan itu. Ia membawa Ester ke dalam istana raja untuk didandani oleh dayang-dayang di bawah pengawasan Hegai. Untuk kemudian diperkenalkan kepada raja. Walau ia tahu bahwa ia dan Ester adalah orang Yahudi, tapi itu tidak membuatnya mundur untuk mencoba. Mordekhai percaya jika Ester menjadi permaisuri, maka kehidupan Ester akan lebih berarti, bukan hanya bagi bangsa Persia tapi teristimewa bagi orang Yahudi yang hidup tersebar di wilayah kekuasaan raja Ahasyweros.
Saudara, kesempatan untuk menjadi lebih berarti dalam hidup ini adalah milik semua orang. Kesempatan itu adalah anugerah Tuhan. Kesempatan itu datang mungkin untuk mengembangkan bakat, talenta atau kelebihan yang kita punyai. Jangan karena sedikit kelemahan yang ada, kita melepaskannya begitu saja. Ambillah kesempatan itu dan selebihnya serahkan pada Tuhan. Buatlah hidup yang sekali ini, menjadi berarti! (AK)
Doa
Ya Bapa, bantulah kami untuk menggunakan kesempatan yang Engkau beri dengan bijaksana.
Amin
0 komentar:
Posting Komentar