HATI,
ESTER 7:1-6.
Kepercayaan Tibet Kuno meyakini bahwa hati yang murni adalah ibarat seorang raja yang memerintah dan otak adalah perdana menteri yang mengelola apa yang dikatakan raja. Kalau hati diliputi oleh kebaikan dan cinta, maka otak (kecerdasan) akan mengelola dan menuangkannya dalam tindakan nyata dengan hal-hal baik dan penuh cinta juga. Sikap dan perbuatan kita adalah pengungkapan dari apa yang ada di dalam hati kita.
Tindakan Ester yang memberanikan diri berbicara dengan raja Ahasyweros adalah wujud nyata dari hatinya yang dipenuhi oleh kebaikan dan cinta pada bangsanya. Ketika Haman berencana membinasakan semua orang Yahudi, Ester menggunakan otaknya untuk menemukan waktu yang tepat berbicara kepada raja. Ia berharap niat hatinya yang baik pada bangsanya, bisa didengar oleh raja. Dengan mengundang raja dan Haman pada perjamuan makan, Ester menggunakan momen tersebut untuk mengajukan pembelaan bagi bangsanya kepada raja. Ia mengatakan bahwa Haman adalah orang yang berniat jahat hendak membinasakan bangsanya. Setelah mendengar penjelasan dari Ester, raja Ahasyweros mengabulkan keinginan hati Ester dan memberi hukuman bagi Haman yang jahat (ay.7 dst).
Saudaraku, jika hati kita dipenuhi oleh kebaikan, maka otak kita pun akan berusaha mewujudkan niat hati itu sampai kebaikan dapat dinikmati oleh banyak orang. Sebaliknya, jika hati kita dipenuhi kejahatan maka otak kita pun akan berusaha mewujudkan kejahatan itu. Peliharalah hati untuk selalu diisi dengan kebaikan dan cinta, agar sikap dan perbuatan kita dapat memancarkan kebaikan dan cinta kasih juga.
ESTER 7:1-6.
Kepercayaan Tibet Kuno meyakini bahwa hati yang murni adalah ibarat seorang raja yang memerintah dan otak adalah perdana menteri yang mengelola apa yang dikatakan raja. Kalau hati diliputi oleh kebaikan dan cinta, maka otak (kecerdasan) akan mengelola dan menuangkannya dalam tindakan nyata dengan hal-hal baik dan penuh cinta juga. Sikap dan perbuatan kita adalah pengungkapan dari apa yang ada di dalam hati kita.
Tindakan Ester yang memberanikan diri berbicara dengan raja Ahasyweros adalah wujud nyata dari hatinya yang dipenuhi oleh kebaikan dan cinta pada bangsanya. Ketika Haman berencana membinasakan semua orang Yahudi, Ester menggunakan otaknya untuk menemukan waktu yang tepat berbicara kepada raja. Ia berharap niat hatinya yang baik pada bangsanya, bisa didengar oleh raja. Dengan mengundang raja dan Haman pada perjamuan makan, Ester menggunakan momen tersebut untuk mengajukan pembelaan bagi bangsanya kepada raja. Ia mengatakan bahwa Haman adalah orang yang berniat jahat hendak membinasakan bangsanya. Setelah mendengar penjelasan dari Ester, raja Ahasyweros mengabulkan keinginan hati Ester dan memberi hukuman bagi Haman yang jahat (ay.7 dst).
Saudaraku, jika hati kita dipenuhi oleh kebaikan, maka otak kita pun akan berusaha mewujudkan niat hati itu sampai kebaikan dapat dinikmati oleh banyak orang. Sebaliknya, jika hati kita dipenuhi kejahatan maka otak kita pun akan berusaha mewujudkan kejahatan itu. Peliharalah hati untuk selalu diisi dengan kebaikan dan cinta, agar sikap dan perbuatan kita dapat memancarkan kebaikan dan cinta kasih juga.
0 komentar:
Posting Komentar