Dasar Keselamatan.
Roma 1:16-17.
Paulus mulanya anti Kristus. Ketika ia berupaya mencari dan membinasakan orang Kristen di kota Damsyik, ia berjumpa dengan Tuhan Yesus. Peristiwa itu menyebabkan ia mengalami goncangan batin dan kebutaan. Namun Tuhan mengutus seorang pengikutNya untuk mencelikkan matanya melalui mujizat ilahi (Kis. 9). Sejak itu Roh Kudus menguasai hidup Pauus dan membuat ia percaya bahwa Yesus adalah Anak Allah, Juru Selamat.
Paulus baru menyadari bahwa Yesus adalah inti Kabar Sukacita (= injil) dari Allah. Roma 1:16-17 inti pokok injil adalah keselamatan bertolak dari iman. Hidup Kristen merupakan persoalan iman atas anugerah Allah. Keyakinan inilah yang menyemangati misinya kepada segala bangsa tanpa takut terhadap apapun. Sikap Paulus merupakan cerminan iman dan pengabdian yang sejati.
GP-ers, kitapun seharusnya memiliki iman dan pengabdian seperti Paulus, bukan setengah-setengah seperti yang terjadi sekarang ini. Setelah percaya, karena ragu oleh adanya cobaan dan setengah mengabdi karena adanya berbagai kepentingan kita yang tidak bisa diabaikan.
Iman dan pengabdia kepada Kristus harus merupakan segalanya dan yang utama bagi hidup kita. Jangan menomor duakan Dia daripada segala urusan kita. Percayalah bahwa Ia akan memberik yang terbaik bagi kita dari apa yang telah kita korbankan karena iman dan pengabdian kita kepada Dia. (JPT)
Roma 1:16-17.
Paulus mulanya anti Kristus. Ketika ia berupaya mencari dan membinasakan orang Kristen di kota Damsyik, ia berjumpa dengan Tuhan Yesus. Peristiwa itu menyebabkan ia mengalami goncangan batin dan kebutaan. Namun Tuhan mengutus seorang pengikutNya untuk mencelikkan matanya melalui mujizat ilahi (Kis. 9). Sejak itu Roh Kudus menguasai hidup Pauus dan membuat ia percaya bahwa Yesus adalah Anak Allah, Juru Selamat.
Paulus baru menyadari bahwa Yesus adalah inti Kabar Sukacita (= injil) dari Allah. Roma 1:16-17 inti pokok injil adalah keselamatan bertolak dari iman. Hidup Kristen merupakan persoalan iman atas anugerah Allah. Keyakinan inilah yang menyemangati misinya kepada segala bangsa tanpa takut terhadap apapun. Sikap Paulus merupakan cerminan iman dan pengabdian yang sejati.
GP-ers, kitapun seharusnya memiliki iman dan pengabdian seperti Paulus, bukan setengah-setengah seperti yang terjadi sekarang ini. Setelah percaya, karena ragu oleh adanya cobaan dan setengah mengabdi karena adanya berbagai kepentingan kita yang tidak bisa diabaikan.
Iman dan pengabdia kepada Kristus harus merupakan segalanya dan yang utama bagi hidup kita. Jangan menomor duakan Dia daripada segala urusan kita. Percayalah bahwa Ia akan memberik yang terbaik bagi kita dari apa yang telah kita korbankan karena iman dan pengabdian kita kepada Dia. (JPT)
0 komentar:
Posting Komentar