Alat Tuhan.
Ester 4:12-17.
Sebuah Patung Kristus di Munster, Jerman rusak akibat perang dunia II. Ketika para serdadu Amerika memperbaikinya, mereka hanya dapat memperbaiki beberapa bagian yang rusak tetapi tidak pada kedua tangan patung itu. Kedua tangannya telah hancur dan sulit diganti. Tapi justru ketiadaan tangan patung itu telah memberi pesan tersendiri bagi banyak orang seperti yang dituliskan pada kalimat yang dipasang dibawah patung itu: Aku tidak punya tangan selain kamu. Kamulah tanganku.
Tuhanlah sumber keselamatan dan Ia dapat menggunakan siapa pun sebagai alatNya. Mordekhai sangat percaya akan hal tersebut. Oleh karena itu, ketika Ester hampir menolak menjadi alat Tuhan menyelamatkan orang Yahudi dari ancaman pembinasaan, Mordekhai memperingatkan Ester bahwa Tuhan sanggup menggunakan siapapun untuk memberikan pertolongan bagi orang Yahudi dan bisa jadi justru kebinasaan akan menghampiri Ester. Mendengar peringatan itu, Ester sadar sehingga ia mau menjadi alat Tuhan. Hanya satu hal yang Ester minta dari orang-orang Yahudi, yaitu berpuasa untuknya.
Saudara, terkadang kita seperti Ester yang hampir menolak untuk menjadi alat Tuhan. Ada banyak alasan yang kita buat. Dari ketidakmampuan, kesibukan sampai pikiran yang mengatakan bahwa menjadi alat Tuhan akan membawa kita pada masalah dan persoalan baru. Tetapi, kisah Ester ini mengingatkan kita, bahwa ketika menolak menjadi alat Tuhan, Tuhan bisa menggunakan orang lain. Itu berarti kita kehilangan kesempatan untuk membuat hidup kita berguna. Berguna untuk sesama dan kemuliaan nama Tuhan. Jadi, jangan lewatkan kesempatan itu. Jadilah alatNya.
Ester 4:12-17.
Sebuah Patung Kristus di Munster, Jerman rusak akibat perang dunia II. Ketika para serdadu Amerika memperbaikinya, mereka hanya dapat memperbaiki beberapa bagian yang rusak tetapi tidak pada kedua tangan patung itu. Kedua tangannya telah hancur dan sulit diganti. Tapi justru ketiadaan tangan patung itu telah memberi pesan tersendiri bagi banyak orang seperti yang dituliskan pada kalimat yang dipasang dibawah patung itu: Aku tidak punya tangan selain kamu. Kamulah tanganku.
Tuhanlah sumber keselamatan dan Ia dapat menggunakan siapa pun sebagai alatNya. Mordekhai sangat percaya akan hal tersebut. Oleh karena itu, ketika Ester hampir menolak menjadi alat Tuhan menyelamatkan orang Yahudi dari ancaman pembinasaan, Mordekhai memperingatkan Ester bahwa Tuhan sanggup menggunakan siapapun untuk memberikan pertolongan bagi orang Yahudi dan bisa jadi justru kebinasaan akan menghampiri Ester. Mendengar peringatan itu, Ester sadar sehingga ia mau menjadi alat Tuhan. Hanya satu hal yang Ester minta dari orang-orang Yahudi, yaitu berpuasa untuknya.
Saudara, terkadang kita seperti Ester yang hampir menolak untuk menjadi alat Tuhan. Ada banyak alasan yang kita buat. Dari ketidakmampuan, kesibukan sampai pikiran yang mengatakan bahwa menjadi alat Tuhan akan membawa kita pada masalah dan persoalan baru. Tetapi, kisah Ester ini mengingatkan kita, bahwa ketika menolak menjadi alat Tuhan, Tuhan bisa menggunakan orang lain. Itu berarti kita kehilangan kesempatan untuk membuat hidup kita berguna. Berguna untuk sesama dan kemuliaan nama Tuhan. Jadi, jangan lewatkan kesempatan itu. Jadilah alatNya.
0 komentar:
Posting Komentar