Hidup Dalam Kebenaran.
2 Yohanes 1 : 4
Kebenaran adalah sesuatu yang re-latif. Apa yang dipahami sebagai ke-benaran oleh orang muda tidak sama dengan kebenaran yang dipahami oleh orang tua. Orang muda memahami ke-bebasan hidup sebagai suatu kebenaran. Sementara orang-orang tua memahami keteraturan hidup sebagai kebenaran. Perbedaan pemahaman tentang kebenaran bisa menimbulkan konflik dan perpecahan antara orang muda dan orang tua. Oleh karena itu, perlu dicari dasar pemahaman bersama tentang kebenaran. Paham kebenaran yang dimaksud adalah kebenaran yang sesuai perintah Tuhan seperti nyata dalam Alkitab.
Perintah Tuhan adalah kebenaran yang absolut/mutlak. Setiap orang yang melakukannya akan hidup dalam kebenaran. Sebaliknya, siapa yang tidak melakukannya akan hidup dalam ketidakbenaran atau di luar kebenaran. Meskipun begitu tidak semua orang mau hidup dalam kebenaran sesuai perintah Tuhan. Penulis surat mengatakan bahwa hanya separuh dari warga jemaat yang hidup dalam kebenaran; separuhnya tidak. Penulis bersukacita atas hal itu karena ia yakin bahwa separuh warga jemaat yang hidup dalam kebenaran tersebut mampu mempengaruhi banyak orang supaya mereka pun kembali hidup dalam kebenaran.
Banyak godaan yang mempengaruhi sehingga GP-ers tidak hidup dalam kebenaran. Karena itu, jika ada separuh GP-ers di jemaat tetap setia hidup dalam kebenaran, kita mesti bersukacita. Diharapkan bahwa yang separuh itu mampu mempengaruhi dunia sekitar agar makin banyak, bahkan semua orang hidup dalam kebenaran sesuai perintah Allah Bapa.
2 Yohanes 1 : 4
Kebenaran adalah sesuatu yang re-latif. Apa yang dipahami sebagai ke-benaran oleh orang muda tidak sama dengan kebenaran yang dipahami oleh orang tua. Orang muda memahami ke-bebasan hidup sebagai suatu kebenaran. Sementara orang-orang tua memahami keteraturan hidup sebagai kebenaran. Perbedaan pemahaman tentang kebenaran bisa menimbulkan konflik dan perpecahan antara orang muda dan orang tua. Oleh karena itu, perlu dicari dasar pemahaman bersama tentang kebenaran. Paham kebenaran yang dimaksud adalah kebenaran yang sesuai perintah Tuhan seperti nyata dalam Alkitab.
Perintah Tuhan adalah kebenaran yang absolut/mutlak. Setiap orang yang melakukannya akan hidup dalam kebenaran. Sebaliknya, siapa yang tidak melakukannya akan hidup dalam ketidakbenaran atau di luar kebenaran. Meskipun begitu tidak semua orang mau hidup dalam kebenaran sesuai perintah Tuhan. Penulis surat mengatakan bahwa hanya separuh dari warga jemaat yang hidup dalam kebenaran; separuhnya tidak. Penulis bersukacita atas hal itu karena ia yakin bahwa separuh warga jemaat yang hidup dalam kebenaran tersebut mampu mempengaruhi banyak orang supaya mereka pun kembali hidup dalam kebenaran.
Banyak godaan yang mempengaruhi sehingga GP-ers tidak hidup dalam kebenaran. Karena itu, jika ada separuh GP-ers di jemaat tetap setia hidup dalam kebenaran, kita mesti bersukacita. Diharapkan bahwa yang separuh itu mampu mempengaruhi dunia sekitar agar makin banyak, bahkan semua orang hidup dalam kebenaran sesuai perintah Allah Bapa.
0 komentar:
Posting Komentar