Keputusan.
Ester 1:20-22.
Apakah akan kuliah atau tidak, kuliah dimana, mau melamar pekerjaan dimana, menikah dengan siapa, menetap dimana, dan lain sebagainya. Semuanya ini menuntut sebuah keputusan sebagai jawaban. Pertanyaan yang muncul adalah bagaimana kita tahu bahwa keputusan yang kita ambil telah tepat? Tepat atau tidak eputusan itu memang relatif dari sudut pandang mana kita melihatnya, tapi setidaknya yang harus diingat ada kalimat bijak mengatakan "Tidak seorang pun dapat membuat keputusan yang tepat kalau didasarkan pada ketakutan, kesedihan atau kekecewaan.
Dalam bacaan kita, Raja Ahasyweros juga mengambil sebuah keputusan yakni membuat undang-undang yang mengharuskan semua perempuan memberi hormat kepada suami mereka. Undang-undang ini disebarkan ke segenap daerah kekuasaannya dan ditulis menurut bahasa daerahnya masing-masing. Jika dilihat dari isi, undang-undang ini memang baik. Tapi, jika dilihat dari latarbelakang undang-undang ini dibuat, agaknya kita harus mengatakan bahwa keputusan ini tidak lebih dari sekedar luapan emosi raja Ahasyweros yang marah karena ratu Wasti tidak mau memenuhi keinginannya memamerkan kecantikan ratu kepada rakyat dan pembesar-pembesar.
Saudara, kita adalah penanggungjawab dari semua keputusan yang kita buat. Karenanya, jika diperhadapkan dengan sebuah pilihan yang harus diputuskan, bijaksananya pertimbangkan baik-baik terlebih dahulu dengan pikiran jernih, dengan disertai kepala yang tertunduk meminta pimpinan Tuhan dalam doa. Agar keputusan itu bukan merupakan luapan emosi, tapi keputusan yang telah kita pikir dengan masak-masak dari berbagai sudut. Ingatlah ketika kita mengambil keputusan dengan bijaksana, kita sedang memberi investasi yang baik untuk masa depan kita sendiri. (AK)
Ester 1:20-22.
Apakah akan kuliah atau tidak, kuliah dimana, mau melamar pekerjaan dimana, menikah dengan siapa, menetap dimana, dan lain sebagainya. Semuanya ini menuntut sebuah keputusan sebagai jawaban. Pertanyaan yang muncul adalah bagaimana kita tahu bahwa keputusan yang kita ambil telah tepat? Tepat atau tidak eputusan itu memang relatif dari sudut pandang mana kita melihatnya, tapi setidaknya yang harus diingat ada kalimat bijak mengatakan "Tidak seorang pun dapat membuat keputusan yang tepat kalau didasarkan pada ketakutan, kesedihan atau kekecewaan.
Dalam bacaan kita, Raja Ahasyweros juga mengambil sebuah keputusan yakni membuat undang-undang yang mengharuskan semua perempuan memberi hormat kepada suami mereka. Undang-undang ini disebarkan ke segenap daerah kekuasaannya dan ditulis menurut bahasa daerahnya masing-masing. Jika dilihat dari isi, undang-undang ini memang baik. Tapi, jika dilihat dari latarbelakang undang-undang ini dibuat, agaknya kita harus mengatakan bahwa keputusan ini tidak lebih dari sekedar luapan emosi raja Ahasyweros yang marah karena ratu Wasti tidak mau memenuhi keinginannya memamerkan kecantikan ratu kepada rakyat dan pembesar-pembesar.
Saudara, kita adalah penanggungjawab dari semua keputusan yang kita buat. Karenanya, jika diperhadapkan dengan sebuah pilihan yang harus diputuskan, bijaksananya pertimbangkan baik-baik terlebih dahulu dengan pikiran jernih, dengan disertai kepala yang tertunduk meminta pimpinan Tuhan dalam doa. Agar keputusan itu bukan merupakan luapan emosi, tapi keputusan yang telah kita pikir dengan masak-masak dari berbagai sudut. Ingatlah ketika kita mengambil keputusan dengan bijaksana, kita sedang memberi investasi yang baik untuk masa depan kita sendiri. (AK)
Doa:
Ya Bapa, bantulah kami untuk mengambil keputusan dengan bijaksana, Amin.
0 komentar:
Posting Komentar