Kawin, Berkat; Tidak Kawin, Juga Berkat.
I Korintus 7 : 35 -38.
Dalam persekutuan, sering ditemukan ada laki-laki dan perempuan yang semasa muda aktif ber-GP, juga bergaul dengan banyak teman, tampan, cantik namun sampai pada usia telah memasuki separuh baya belum juga kawin. Berbagai anggapan spekulatif yang cenderung mendiskriminasi pun bermunculan. Ada yang mengatakan, 'si A tidak kawin karena pada waktu muda bergaul terlalu memilih-milih;' 'si B tidak kawin karena gaya hidupnya dulu terlalu mewah dan mahal.' Ada yang juga yang berkata, 'si C tidak kawin karena ortunya terlalu galak sehingga banyak yang takut pacaran, apalagi mau kawin dengannya;' 'si D tidak kawin karena ia pernah dikecewakan oleh pacarnya.' Adalagi yang bilang, 'si E tidak kawin karena ia trauma dengan keadaan yang menimpa ibunya, yang selalu dipukul, ditelantarkan dan diceraikan oleh ayahnya;' ' si F tidak kawin karena ia memilij untuk tidak kawin.' Anggapan-anggapan spekulatif, subjektif, negatif dan diskriminatif seperti tersebut di atas terkadang membuat suasana persekutuan menjadi tidak harmonis karena mereka.
Dalam bacaan hari ini, rasul Paulus menjelaskan bahwa keadaan setiap orang-orang berbeda-beda sewaktu dipanggil Allah untuk percaya kepada-Nya dan melayani pekerjaan-Nya. Ada orang dipanggil dalam keadaan telah kawin; ada juga yang dipanggil dalam keadaan tidak kawin. Hal ini tidak berarti bahwa setiap orang tidak boleh merubah atau membaharui keadaan. Jika ada kesempatan, tiap orang bisa merubah keadaanya. Orang yang tidak kawin bisa kawin; tetapi orang yang sudah kawin, jangan kawin lagi.
Keadaan masing-masing orang sangat berpengaruh dan mempunyai konsekuensi dalam setiap pekerjaan pelayanan. Karena itu, menurut Paulus, lebih baik setiap orang tetap hidup dalam keadaan seperti pada waktu ia dipanggil, supaya ia dapat melakukan apa yang benar dan baik, dan melayani Tuhan tanpa gangguan. Kalau ia memilih tidak kawin, baiklah ia tetap tidak kawin; tetapi jika ia memilih untuk kawin dengan pacarnya, hendaklah ia kawin agar jangan mempermainkan atau memperdayakan pacarnya. Sebab KAWIN adalah berkat; TIDAK KAWIN juga berkat.
I Korintus 7 : 35 -38.
Dalam persekutuan, sering ditemukan ada laki-laki dan perempuan yang semasa muda aktif ber-GP, juga bergaul dengan banyak teman, tampan, cantik namun sampai pada usia telah memasuki separuh baya belum juga kawin. Berbagai anggapan spekulatif yang cenderung mendiskriminasi pun bermunculan. Ada yang mengatakan, 'si A tidak kawin karena pada waktu muda bergaul terlalu memilih-milih;' 'si B tidak kawin karena gaya hidupnya dulu terlalu mewah dan mahal.' Ada yang juga yang berkata, 'si C tidak kawin karena ortunya terlalu galak sehingga banyak yang takut pacaran, apalagi mau kawin dengannya;' 'si D tidak kawin karena ia pernah dikecewakan oleh pacarnya.' Adalagi yang bilang, 'si E tidak kawin karena ia trauma dengan keadaan yang menimpa ibunya, yang selalu dipukul, ditelantarkan dan diceraikan oleh ayahnya;' ' si F tidak kawin karena ia memilij untuk tidak kawin.' Anggapan-anggapan spekulatif, subjektif, negatif dan diskriminatif seperti tersebut di atas terkadang membuat suasana persekutuan menjadi tidak harmonis karena mereka.
Dalam bacaan hari ini, rasul Paulus menjelaskan bahwa keadaan setiap orang-orang berbeda-beda sewaktu dipanggil Allah untuk percaya kepada-Nya dan melayani pekerjaan-Nya. Ada orang dipanggil dalam keadaan telah kawin; ada juga yang dipanggil dalam keadaan tidak kawin. Hal ini tidak berarti bahwa setiap orang tidak boleh merubah atau membaharui keadaan. Jika ada kesempatan, tiap orang bisa merubah keadaanya. Orang yang tidak kawin bisa kawin; tetapi orang yang sudah kawin, jangan kawin lagi.
Keadaan masing-masing orang sangat berpengaruh dan mempunyai konsekuensi dalam setiap pekerjaan pelayanan. Karena itu, menurut Paulus, lebih baik setiap orang tetap hidup dalam keadaan seperti pada waktu ia dipanggil, supaya ia dapat melakukan apa yang benar dan baik, dan melayani Tuhan tanpa gangguan. Kalau ia memilih tidak kawin, baiklah ia tetap tidak kawin; tetapi jika ia memilih untuk kawin dengan pacarnya, hendaklah ia kawin agar jangan mempermainkan atau memperdayakan pacarnya. Sebab KAWIN adalah berkat; TIDAK KAWIN juga berkat.
0 komentar:
Posting Komentar