Kamis, 30 Januari 2014

SBP, Jumat, 10 Januari 2014.



Kudusnya Pelayanan,
Imamat 10:6-7.

Kekudusan begitu sentral dalam praktek ibadah bangsa Israel. Allah menetapkan aturan dengan batasan jelas dan pelaku yang tak boleh sembarangan. Penyelenggaraan ibadah hanya diberikan kepada orang-orang yang sudah ditentukan dengan aturan yang mengikat. Tidak ada kebebasan dan pengecualian. Jika semua diabaikan, hukuman fatal jadi kenyataan. Allah tidak bermain-main dengan aturan-Nya. Kematian anak-anak Harun, Nadab dan Abihu menjelaskan akibat dari tindakan yang melanggar kekudusan Allah.

Ibadah kepada Allah jelas mengandung kekudusan dan kebenaran. Kita hanya dapat berkenan kepada Tuhan selama kita hidup dalam pertobatan dan mempraktekkan kasih Kristus dalam hidup dengan sesama. Keterlibatan keluarga harus semata-mata anugerah Allah dan bukan kesempatan untuk menyombongkan diri. Kedua anak Harun salah mengartikan panggilan pelayanan yang dipercayakan Allah dengan bertindak serampangan dan melanggar kekudusan. Murka Tuhan begitu dahsyat dan tidak terduga sama sekali. Api Tuhan menghanguskan keduanya. Pelayanan mereka tidak menyenangkan hati Allah sehingga Allah bertindak menyatakan kedaulatan-Nya. Tanpa rasa takut dan sikap hormat pada Allah, pelayanan ibadah bisa disamakan dengan perbuatan duniawi yang sifatnya sekuler. Kematian mereka bukan untuk ditangisi tetapi sebagai  pembelajaran agar di kemudian hari siapapun yang melayani Tuhan berhati-hati dan selalu menghormati kekudusan Allah.

Peristiwa ini mengajarkan kita untuk bertanggungjawab dalam kerja pelayanan yang sudah diterima dan dipercayakan Allah. Kiranya kita tidak seenaknya menghindar dari pelayanan gereja sebab alasan kesibukan dan melayani tanpa persiapan yang mendalam. Sikap anggap enteng dalam pelayanan bukan tanpa resiko. Allah memperhatikan kesungguhan kita dalam menghormati kekudusan pelayanan. Jika anak-anak Harun mati terbakar oleh api Tuhan, maka sepatutnya kita bertobat dan setia melayani dengan berlaku hormat kepada Allah.

0 komentar:

Posting Komentar