Kamis, 30 Januari 2014

SBP, Jumat, 17 Januari 2014

Janji Iman,
Nehemia 5:12-13.

Nehemia menyelidiki keluhan yang begitu keras dari saudara sebangsanya yang kondisi sosial ekonominya memprihatinkan. Mereka terpuruk sebab tagihan pajak dan hutang mustahil dapat dilunasi. Ladang dan rumah sudah terjual, bahkan anak-anak harus bekerja dan menjadi budak bagi orang lain. Mereka diperas justru oleh pemimpin mereka sendiri. Nehemia mengumpulkan pemuka dan penguasa itu dan menasihati mereka untuk tidak melakukan kejahatan demikian. Nehemia meminta mereka menghapuskan seluruh hutan dan mengembalikan kebun dan rumah yang sudah mereka sita. Mereka pun berkomitmen kepada Allah dan siap menanggung akibatnya jika ingkar atas janji mereka.

Pemimpin seperti Nehemia dihadirkan Allah agar bangsa Israel menyadari status mereka sebagai umat tebusan Tuhan yang diselamatkan dan diberkati. Hidup mereka tidak boleh sama seperti bangsa-bangsa lain yang menindas dan memeras sesamanya tanpa hati nurani. Sebagai saudara seiman, mereka patut memperlihatkan kasih Tuhan dengan cara menolong mereka keluar dari tekanan besar yang menghimpit hidup. Apa artinya lagi jika mereka bersaudara hanya di mulut, sementara sebagian lagi hidup dalam kemewahan? Bukankah kenyataan ini hanya jadi bahan tertawaan dan ejekan dari orang-orang berkeyakinan lain? Bukankah hal demikian sangat memalukan?

Membantu saudara yang susah jangan hanya sebatas niat, tetapi juga dengan komitmen iman yang kuat. Dengan janji iman, kita bertanggungjawab dalam mengasihi saudara-saudara kita yang membutuhkan dukungan segera. Jika saudara diberkati Tuhan, berjanjilah membantu saudaramu yang sakit, yang miskin, yang putus asa, yang kehilangan pekerjaan dan putus sekolah. Nyatakan kasih Kristus kepada saudara kita agar nama Tuhan Yesus dipermuliakan.

0 komentar:

Posting Komentar