Jumat, 31 Januari 2014

SBP, Minggu, 19 Januari 2014

Yesus Mencintai Pembaruan,
Lukas 11:27-28.

Dibanding dengan pengajaran para ahli Torat yang membingungkan, pengajaran Yesus terasa lebih hidup dan berkuasa. Pengajaran-Nya membangkitkan pengharapan. Seorang perempuan yang mendengar-Nya berkomentar, tetapi Yesus segera meralatnya. Ucapan-Nya bukan menampik pujian tetapi mengutamakan makna rohani dan menguatkan hati para pengikut-Nya.

Yesus mengutamakan pembaruan. Ia memuji para pendengar-Nya yang membuka hati kepada ajaran kebenaran-Nya dan mengamalkannya. Mengamalkan adalah memelihara Firman Tuhan, yang menandakan kematangan rohani dan pembaruan hidup untuk masuk ke kerajaan sorga. Menurut Yesus mereka itulah yang berbahagia, termasuk perempuan yang berkomentar itu. Ucapan-Nya membangkitkan semangat kepercayaan dan kesetiaan. Karena mereka mendengar dan memelihara firman itu maka diberkati Allah dan berkenan diselamatkan.
Sementara Ibu Yesus yang melahirkan dan membesarkan Yesus sebagai buah hatinya akan berdukacita, karena Yesus dianiaya di depan matanya oleh sebab ajaran kebenaran-Nya yang tidak disukai pemuka adat dan agama Yahudi. Ia rela berkorban bagi keselamatan pendengar-Nya.

GP-ers yang kekasih, Yesus meledani suatu pelayanan bagi kita. Ia memberitakan firman yang mengubah kehidupan banyak orang dan rela menderita demi keselamatan mereka.

Bersaksilah tentang kebenaran yang menyelamatkan itu melalui pelayanan GP-ers di tengah persekutuan. Anda tidak dituntut untuk menderita, tetapi kalau tantangan dan penderitaan itu datang, hadapilah dengan penyerahan diri kepada Tuhan. Ia akan menaungi anda. Kata Yesus: "Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacitalah dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga." Mat 5:11-12. Ucapan-Nya itu adalah jaminan-Nya yang memberi semangat dan kekuatan bagi kita dalam pelayanan.

0 komentar:

Posting Komentar