Senin, 27 Januari 2014

SBP, Kamis, 2 Januari 2014

Setia Pada Yesus,
Yosua 24:27.

Yosua memimpin bangsa Israel melewati berbagai macam pertempuran yang heroik dan mengalami kemenangan yang luar biasa untuk memperoleh berkat yang dijanjikan Allah. Yosua menarik kesimpulan atas semua peristiwa yang dialami sebagai karya Tuhan yang memberkati hidup mereka sebagai satu bangsa dan dalam kehidupan keluarga. Ada campur tangan Allah yang nyata. Pertolongan Yang Mahakuasa itu menyertai Yosua dalam menjalani tugas berat dan begitu mustahil dapat diatasi.

Kebersamaan menjadi perkara penting dalam hidup beriman. Yosua berada bersama dengan saudara-saudara seimannya. Yosua bersaksi tentang kebaikan Allah dan pimpinan-Nya yang menjadikan Yosua kagum atas semua tindakan Allah yang ajaib. Perjalanan hidupnya bersama Allah sama seperti yang dialami para pendahulu iman yang setia dalam mengikuti perintah dan janji Allah seperti Abraham, Ishak, Yakub dan Musa. Yosua meminta semua saudaranya untuk berkomitmen hidup dalam kesetiaan kepada Allah dengan berlaku taat terhadap firman Allah. Ketaatan menjadi kata kunci bahwa kita hidup dalam persekutuan yang benar dengan Allah dan tidak menyangkal Tuhan. Dengan komitmen, Yosua berharap bahwa mereka menjadi saksi-saksi Allah dan mempertahankan imannya dalam kesungguhan sehingga tidak tergoda dan terjatuh dalam dosa penyembahan berhala yang menyakitkan hati Tuhan.

Tahun 2014 menjadi tahun kemajuan dalam hidup rohani jika kesetiaan kita kepada Allah diperbaharui janganlah di tahun ini semangat ibadah, doa dan pelayanan kita hanya menggebu di awal dan kemudian merosot ke titik terendah. Bersama dengan saudara seiman, rekan sepelayanan dan hamba Tuhan. Kita perlu memperbaharui komitmen dan kesetiaan kita kepada Allah dan tidak terbersit sedikitpun pikiran dan niat menyangkal Tuhan Yesus.

0 komentar:

Posting Komentar