Rumah Tuhan,
Hagai 1:9-11.
Tanpa disadari, kehidupan manusia dipenuhi dengan kegiatan membangun. Kegiatan membangun tidak hanya secara fisik, manusia berusaha untuk membangun karir dari nol hingga mencapai kesuksesan. Kita berusaha keras membangun reputasi dan citra baik agar orang lain menghormati kita. Kita juga berusaha menbangun kekuatan finansial yang kokoh. Kita terus sibuk membangun dan membangun kehidupan kita sehingga kita melupakan satu pembangunan yang seharusnya juga menjadi fokus kita yaitu pembangunan rumah Tuhan.
Pasca Pembuangan, Israel mempunyai prioritas untuk membangun Bait Suci. Tantangan terbesar yang dihadapi adalah adanya sikap pro dan kontra dari rakyat Israel mengakibatkan pekerjaan pembangunan Bait Suci terhenti selama 16 tahun lamanya. Bukan hanya sikap pro dan kontra, tetapi mentalitas dan gaya hidup Umat Israel, sepertu: sibuk dengan kepentingan diri sendiri, adanya kelesuan rohani yang mengakibatkan umat Israel bersikap acuh tak acuh terhadap pembangunan Bait Suci. Dampak kelalaian pembangunan Bait Suci mengakibatkan kehidupan sosial-ekonomi Israel tidak berjalan seperti yang diharapkan. Tuhan menegur dengan keras orang-orang yang melupakan pembangunan rumah Tuhan karena sibuk dengan urusannya sendiri-sendiri. Rumah Tuhan bukan hanya menjadi urusan pelayan Tuhan ataupun warga jemaat dewasa, namun adalah kewajiban setiap orang percaya termasuk AGP. Itulah sebabnya mengapa kita seringkali mengalami keadaan "pundi-pundi yang berlobang".
Yang terpenting dari hal ini adalah keseimbangan. Bekerja keras adalah kehendak Tuhan dalam hidup kita, namun demikian jangan biarkan kesibukan itu menggeser hal terutama dalam hidup kita yakni "memperhatikan rumah Tuhan". Ketika bangunan rumah Tuhan kuat, percayalah kita akan selalu dapat menikmati buah pekerjaan kita dengan rasa syukur.
0 komentar:
Posting Komentar