Jangan Munafik,
Yesaya 1:15-20.
Israel sesungguhnya umat pilihan Allah untuk menjadi saksi dan membawa berkat Tuhan bagi dunia ini. Nyatanya Israel malah hidup dalam dosa yang merendahkan kemuliaan Tuhan dan dinista segala bangsa waktu itu. Allah merencanakan perhitungan dengan Israel berupa penghancuran dan pembuangan ke Babel.
Dalam bacaan hari ini, sebelum Allah melaksanakan penghukuman itu, Ia masih memberi kesempatan kepada Israel. Firman Tuhan mengingatkan Israel untuk bertobat dan menerima keselamatan. Firman Tuhan mengingatkan Israel untuk bertobat dari kejahatannya, melakukan pembaruan hidup, menjadi orang yang memiliki hati nurani yang berbelas kasih dengan melakukan keadilan, membela hak anak yatim-piatu dan memperjuangkan perkara para janda. Allah menjamin kepada Israel bahwa oleh perubahan itu Allah akan memberikan anugerah pengampunan dan pengudusan bagi Israel. Untuk meyakinkan bahwa Allah bersungguh-sungguh, Allah memeteraikan peringatak kepada Israel itu dengan berkat dan penghukuman. Jika mendengar dan merespon, mereka akan diberkati dengan kelimpahan. Bila tidak merespon akan terima hukuman Allah, mereka dimusnahkan dengan pedang musuh. Sejarah mencatat bahwa Israel tetap keras kepala dan menerima hukuman. Israel ditaklukkan oleh Kerajaan Babel dengan pertumpahan darah, lalu dibuang ke Babel setimpal dengan dosa mereka. Di Babel baru ada keluhan dan penyesalan (bacalah Maz 137).
GP-ers yang terkasih; Allah itu baik dan penuh pengasihan dan mau mengerti kelemahan umat-Nya serta mengampuninya. Roh Kudus yang Tuhan curahkan di hati kita sering membuat hati kita sadar akan kesalahan kita, tetapi kita berkeras untuk bertobat atau mengampuni. Berurusan dengan Tuhan bukanlah seperti dengan manusia, siapa kuat dia menang. Tuhan Yang Mahakuasa peringatan-Nya adalah kesempatan. Bertobat lebih baik dari pada hidup dalam kemunafikan.
Yesaya 1:15-20.
Israel sesungguhnya umat pilihan Allah untuk menjadi saksi dan membawa berkat Tuhan bagi dunia ini. Nyatanya Israel malah hidup dalam dosa yang merendahkan kemuliaan Tuhan dan dinista segala bangsa waktu itu. Allah merencanakan perhitungan dengan Israel berupa penghancuran dan pembuangan ke Babel.
Dalam bacaan hari ini, sebelum Allah melaksanakan penghukuman itu, Ia masih memberi kesempatan kepada Israel. Firman Tuhan mengingatkan Israel untuk bertobat dan menerima keselamatan. Firman Tuhan mengingatkan Israel untuk bertobat dari kejahatannya, melakukan pembaruan hidup, menjadi orang yang memiliki hati nurani yang berbelas kasih dengan melakukan keadilan, membela hak anak yatim-piatu dan memperjuangkan perkara para janda. Allah menjamin kepada Israel bahwa oleh perubahan itu Allah akan memberikan anugerah pengampunan dan pengudusan bagi Israel. Untuk meyakinkan bahwa Allah bersungguh-sungguh, Allah memeteraikan peringatak kepada Israel itu dengan berkat dan penghukuman. Jika mendengar dan merespon, mereka akan diberkati dengan kelimpahan. Bila tidak merespon akan terima hukuman Allah, mereka dimusnahkan dengan pedang musuh. Sejarah mencatat bahwa Israel tetap keras kepala dan menerima hukuman. Israel ditaklukkan oleh Kerajaan Babel dengan pertumpahan darah, lalu dibuang ke Babel setimpal dengan dosa mereka. Di Babel baru ada keluhan dan penyesalan (bacalah Maz 137).
GP-ers yang terkasih; Allah itu baik dan penuh pengasihan dan mau mengerti kelemahan umat-Nya serta mengampuninya. Roh Kudus yang Tuhan curahkan di hati kita sering membuat hati kita sadar akan kesalahan kita, tetapi kita berkeras untuk bertobat atau mengampuni. Berurusan dengan Tuhan bukanlah seperti dengan manusia, siapa kuat dia menang. Tuhan Yang Mahakuasa peringatan-Nya adalah kesempatan. Bertobat lebih baik dari pada hidup dalam kemunafikan.
0 komentar:
Posting Komentar