Minggu, 11 Mei 2014

SBP, Sabtu, 10 Mei 2014

Ideku Baik, Belum Tentu Baik Bagi Tuhan,
Yeremia 29:11-13.

Aldrich ponakan saya saat sedang belajar berjalan, berpegang pada meja makan dan senang menarik taplak tersebut. Sedikit demi sedikit sambil tertawa kegirangan, ia pun bertambah semangat menarik taplak itu. Saya bergegas mengambil Aldrich dan melepaskan genggaman tangannya dari taplak meja. Ia menangis sebab ia merasa terganggu. Aldrich tidak tahu bahwa ia sedang menarik taplak meja itu beserta barang-barang diatasnya. Bila sedikit terlambat barang pecah belah tadi menimpa dan mencelakakannya.
Pernahkah GP-ers merencanakan sesuatu untuk masa depan dalam study, kerja atau rencana lainnya dan tiba-tiba terjadi sesuatu peristiwa dimana impikan itu gagal total dan Anda harus memulai semuanya dari awal? Anda sedih dan mempertanyakan pada Tuhan, mengapa semuanya bisa gagal padahal sudah dibawa dalam doa? Tidak selamanya rencana atau ide baik kita sejalan dengan rencana Tuhan yang sempurna. Kalau pun rencana kita tidak sebagaimana yang kita impikan, ingatlah selalu bahwa Tuhan merupakan Bapa yang penuh kasih. Ia tahu apa yang akan terjadi. Bila itu membahayakan kita maka Ia akan segera turun tangan menyelamatkan kita dari mara bahaya. Pembuangan ke Babel adalah final, Yeremia meyakinkan umat di pembuangan untuk menerima situasi mereka dengan percaya bahwa hal itu adalah rancangan damai sejahtera Allah untuk mereka bukan rancangan mencelakakan. Hanya dengan menerima ajaran Allah untuk menuntun mereka kepada pertobatan, mereka dapat kembali merasakan tangan kasih dan penyertaan-Nya.
Janji pemulihan bagi kita akan digenapi oleh Tuhan, jika kita setia datang mencari wajahNya, berseru kepadaNya dalam doa dan setia berada di dalam hadiratNya. Masa depan yang penuh harapan dan rancangan damai sejahtera telah disediakan bagi kita.

0 komentar:

Posting Komentar