Minggu, 11 Mei 2014

SBP, Minggu, 11 Mei 2014

Pilihan Iman,
Matius 22 : 15-22.

Dalam hidup ini kita tidak pernah lepas dari suatu pilihan. Suatu keputusan yang harus dipilih dengan mengatakan "ya" atau "tidak". Persoalannya menjadi lebih sulit jika pilihan yang ada bukan hanya yang bersifat dualitis-dikotomis, baik-buruk, atau benar-salah. Namun jika apa yang ada di hadapan kita sama-sama baik atau sama-sama buruk, kita ditantang memilih mana yang lebih baik di antara yang baik atau yang lebih sedikit bernilai buruk di antara yang sama buruk.
Kisah di mana Yesus dicobai dalam soal membayar pajak (Mat 22:15-22), mengajak kita untuk mampu bersikap bijaksana dalam suatu pilihan. Yesus tidak langsung menjawab persoalan itu dengan hanya melihat secara benar-salah, baik-buruk, persoalan surgawi-duniawi; melainkan Ia mengajak orang untuk menempatkan perkara yang ada secara bijaksana dan ditempatkan pada porsinya yang sesuai. Arahnya pada kebaikan bersama. "Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisan dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah" (ayt. 21). Yesus ingin mengatakan bahwa Allah telah menciptakan manusia menurut gambar-Nya; kalau uang yang menunjukkan gambar Kaisar harus dikembalikan kepada Kaisar, pastilah manusia yang menunjukkan gambar Allah, wajib memperhambakan dirinya kepada Tuhan karena Tuhan lebih tinggi daripada Kaisar. Jelas bahwa menurut Yesus kewajiban terhadap Tuhan merupakan kewajiban yang tertinggi.

Bersama Yesus kita belajar melihat pilihan dalam hidup ini bukan sebagai kebebasan dari peraturan, kewajiban dan tanggungjawab tetapi kita ditantang untuk mampu bersikap mengembangkan kebebasan sesuai dengan ukurannya. Selain itu, kita pun ditantang untuk memiliki keterbukaan dalam menempatkan segala perkara duniawi demi kepentingan bersama dan terarah kepada kemuliaan Allah.

0 komentar:

Posting Komentar