Badai Pasti Berlalu,
Mazmur 69:14-19.
Syalom GePeers.. Bagaimana kondisimu hari ini? Lebih sehatkah? Mungkin seminggu kemarin sangat padat dengan tugas kuliah dan ujian atau ada proyek yang harus diselesaikan sehingga kondisi tubuh melemah. Tapi hari ini kita mengucap syukur karena masih ada nafas kehidupan ini dan masih banyak hal lainnya yang baik terjadi.
Memang ada saat-saat yang begitu sulit yang harus kita lewati. Misalnya saat ingin masuk perguruan tinggi terbaik. Berbagai usaha dilakukan, mulai dari belajar sendiri, bersama teman, ikut les dll. Saat kuliah pun tidak mudah. Jelang ujian akhir, belajar pun sampai tengah malam istulahnya sampai mati-matianlah demi mendapat nilai yang terbaik. Hingga tiba pada tahapan penyusunan skripsi. Memilih judul, membuat proposal, mengadakan penelitian atay survey, memulai penulisan bab demi bab. Proses panjang, yang menguras tenaga, pikiran, emosi hingga dana, terkadang membuat kita bertanya-tanya kepada Tuhan. Belum lagi kalau ditambah masalah keluarga atau hubungan dengan pacar. Lengkap sudah rasanya. Kondisi yang menyesakkan ini dirasakan oleh Daud, dan dituangkan lewat mazmurnya. Sesuatu yang ingin menelan dan menghanyutkannya, bertubi-tubi seperti gelombang air. Apakah kita pernah merasakan hal seperti itu? Tuhan seakan begitu jauh dari kita. Tidak dengan Daud, pengalaman iman membuatnya senantiasa berharap kepada Allah yang hidup.
Kita hendaknya belajar dari Daud dalam menjalani kehidupan ini. Harapan yang sering kali tidak seiring dengan kenyataan membuat hidup ini lebih berwarna. Senantiasa berharap dan berserah kepada Tuhan setiap saat, saat susah maupun senang. Menjaga komunikasi yang baik dengan Tuhan bak menjalin hubungan antar pribadi yang intim. Maka hidup berasa ringan karena berjalan bersama Tuhan Yesus.
0 komentar:
Posting Komentar