Dosa Mengintai,
I Timotius 5:1-2.
Di setiap perbuatan baik, selalu ada celah yang bisa dimanfaatkan oleh iblis untuk merusak segala perbuatan atau pekerjaan yang baik.
Iblis sebagai biang dosa, sanggup menjerat siapa saja yang tidak waspada dalam berbuat kebaikan.
Dalam bacaan kita hari ini, I Tim 5:1-2, rasul Paulus mengingatkan Timotius, anak binaannya yang ditugaskan memimpin jemaat di kota Efesus di Asia Kecil. Agar ia waspada dalam pelayanan, khususnya dalam menggembalakan umat untuk menghindari kejahatan atau dosa.
Cara yang paling aman adalah dengan: sopan terhadap orang yang lebih tua, dan dengan: etika pergaulan. Maksudnya, supaya tidak ada orang yang berfikir jahat dan memfitnahnya dalam melaksanakan pelayanan kepada umat.
GP-ers yang terkasih, pernahkah GP-ers merasa dipojokkan karena melakukan pelayanan yang maksudnya baik tetapi dituduhkan hal yang tidak baik? Memang hal itu dimaksudkan untuk menghancurkan citra an menghambat pelayanan. Tetapi janganlah putus asa. Teruslah bekerja dan waspadalah karena dosa terus mengintai kesempatan. Hendaklah GP-ers melakukan pendekatan pelayanan dengan lebih sopan sesuai etika pergaulan, seperti pesan rasul Paulus kepada Timotius.
Jika Timotius berhasil, demikian juga kita akan berhasil dengan kesopanan dan etika. Jangan bertahan terhadap kritik, tetapi terimalah itu dengan rendah hati untuk membangun karya yang lebih sempurna dan efektif.
JPT
I Timotius 5:1-2.
Di setiap perbuatan baik, selalu ada celah yang bisa dimanfaatkan oleh iblis untuk merusak segala perbuatan atau pekerjaan yang baik.
Iblis sebagai biang dosa, sanggup menjerat siapa saja yang tidak waspada dalam berbuat kebaikan.
Dalam bacaan kita hari ini, I Tim 5:1-2, rasul Paulus mengingatkan Timotius, anak binaannya yang ditugaskan memimpin jemaat di kota Efesus di Asia Kecil. Agar ia waspada dalam pelayanan, khususnya dalam menggembalakan umat untuk menghindari kejahatan atau dosa.
Cara yang paling aman adalah dengan: sopan terhadap orang yang lebih tua, dan dengan: etika pergaulan. Maksudnya, supaya tidak ada orang yang berfikir jahat dan memfitnahnya dalam melaksanakan pelayanan kepada umat.
GP-ers yang terkasih, pernahkah GP-ers merasa dipojokkan karena melakukan pelayanan yang maksudnya baik tetapi dituduhkan hal yang tidak baik? Memang hal itu dimaksudkan untuk menghancurkan citra an menghambat pelayanan. Tetapi janganlah putus asa. Teruslah bekerja dan waspadalah karena dosa terus mengintai kesempatan. Hendaklah GP-ers melakukan pendekatan pelayanan dengan lebih sopan sesuai etika pergaulan, seperti pesan rasul Paulus kepada Timotius.
Jika Timotius berhasil, demikian juga kita akan berhasil dengan kesopanan dan etika. Jangan bertahan terhadap kritik, tetapi terimalah itu dengan rendah hati untuk membangun karya yang lebih sempurna dan efektif.
JPT
0 komentar:
Posting Komentar