Menjadi Pemuda-Pemudi Yang Tahan Uji,
Ayub 23:8-12.
Ada harapan yang masih belum dapat kita wujudkan. Sementara kesulitan dan tantangan tak juga bisa kita selesaikan. Biasanya kenyataan seperti itu dianggap sebagai ujian. Sebenarnya ujian merupakan kenyataan hidup yang dialami oleh semua orang, tidak terkecuali kita sebagai pemuda-pemudi Kristen. Tapi kenyataanya masih ada pemuda-pemudi Kristen yang menjadi skeptic ketika menghadapi ujian. Karena tidak sangguo bertahan, lalu menyelesaikannya dengan cara mengambil jalan pintas, meski harus melanggar Firman Tuhan. Menyelesaikan masalah dengan cara seperti itu meruoakan gambaran dari tindakan yang tidak tahan uji.
Teks Alkitab hari ini memberi pelajaran berharga untuk kita. Ayub adalah seorang tokoh Alkitab yang taat pada Tuhan. Meski iblis telah mengambil harta bendanya; juga merenggut kesehatannya, namun ketaatannya pada Tuhan tidak tergoyahkan. Para sahabatnya menuduh bahwa apa yang terjadi pada Ayub, yaitu penderitaannya adalah sebagai hukuman Tuhan. Tuduhan ini membuat Ayub ingin memberontak. Karena, menurut Ayub hal itu tidak benar Karena itu Ayub menyampaikan perkaranya kepada Tuhan. Namun Tuhan yang dicarinya di ke-empat penjuru mata angin tidak dijumpainya (ay.8) Walaupun begitu Ayub yakin bahwa Tuhan yang tidak kelihatan sangat mengetahui kesetiaan dan ketauhatan Ayub. Keyakinan seperti itulah membuat Ayub tidak mau melanggar Firman yang diucapkan bibir-Nya. Ayub menyadari bahwa penderitaan yang dialami adalah ujian. Namun ia juga yakin bahwa ujian ini pasti akan berakhir, sebab Tuhan pasti memulihkan keadaannya (10).
Masih banyak bentuk-bentuk ujian hidup yang biasa terjadi pada kita. Percayalah bahwa Tuhan mengetahuinya. Karena itu tetaplah setia dan taat melaksanakan perintahNya. Sebab ketaatanmu itulah yang akan menolongmu untuk dapat mengatasinya.
SHP
Ayub 23:8-12.
Ada harapan yang masih belum dapat kita wujudkan. Sementara kesulitan dan tantangan tak juga bisa kita selesaikan. Biasanya kenyataan seperti itu dianggap sebagai ujian. Sebenarnya ujian merupakan kenyataan hidup yang dialami oleh semua orang, tidak terkecuali kita sebagai pemuda-pemudi Kristen. Tapi kenyataanya masih ada pemuda-pemudi Kristen yang menjadi skeptic ketika menghadapi ujian. Karena tidak sangguo bertahan, lalu menyelesaikannya dengan cara mengambil jalan pintas, meski harus melanggar Firman Tuhan. Menyelesaikan masalah dengan cara seperti itu meruoakan gambaran dari tindakan yang tidak tahan uji.
Teks Alkitab hari ini memberi pelajaran berharga untuk kita. Ayub adalah seorang tokoh Alkitab yang taat pada Tuhan. Meski iblis telah mengambil harta bendanya; juga merenggut kesehatannya, namun ketaatannya pada Tuhan tidak tergoyahkan. Para sahabatnya menuduh bahwa apa yang terjadi pada Ayub, yaitu penderitaannya adalah sebagai hukuman Tuhan. Tuduhan ini membuat Ayub ingin memberontak. Karena, menurut Ayub hal itu tidak benar Karena itu Ayub menyampaikan perkaranya kepada Tuhan. Namun Tuhan yang dicarinya di ke-empat penjuru mata angin tidak dijumpainya (ay.8) Walaupun begitu Ayub yakin bahwa Tuhan yang tidak kelihatan sangat mengetahui kesetiaan dan ketauhatan Ayub. Keyakinan seperti itulah membuat Ayub tidak mau melanggar Firman yang diucapkan bibir-Nya. Ayub menyadari bahwa penderitaan yang dialami adalah ujian. Namun ia juga yakin bahwa ujian ini pasti akan berakhir, sebab Tuhan pasti memulihkan keadaannya (10).
Masih banyak bentuk-bentuk ujian hidup yang biasa terjadi pada kita. Percayalah bahwa Tuhan mengetahuinya. Karena itu tetaplah setia dan taat melaksanakan perintahNya. Sebab ketaatanmu itulah yang akan menolongmu untuk dapat mengatasinya.
SHP
0 komentar:
Posting Komentar