Selasa, 19 November 2013

SBP, Jumat 8 Nopember 2013

Bersorak di Dalam Tuhan,
Habakuk 3:17-19.

Pertanyaan klasik banyak orang, mengapa orang jahat hidupnya makin makmur? Tidakkah Tuhan menghukum mereka? Mengapa yang jujur justru mengalami kesukan? Dapatkah orang percaya bersyukur di hadapan Tuhan? Pertanyaan yang tidak mudah dijawab. Mengapa? Sebab jawabannya bukan berdasarkan pikiran manusia, melainkan pada kehendak Allah. Kebanyakan orang tidak sabar untuk mengerti kehendak Allah. Mereka kecewa, lalu meninggalkan Tuhan dan bertindak sendiri.
Habakuk tiba pada kesimpulan bahwa sekalipun semuanya tampak tidak menyenangkan, selalu ada alasan untuk bersyukur kepada Tuhan. Kita dapat bersyukur sebab Tuhan adalah juruselamat dan sumber kekuatan. Keyakinan ini dibangun dengan pemahaman bahwa kasih Tuhan tidak pernah berkurang sama sekali. Sesuai dengan kehendak dan waktu-Nya, Tuhan berdaulat menyatakan keadilan-Nya. Ketika umat hidup dalam kejahatan dan enggan bertobat, Tuhan mendidik mereka lewat penderitaan berat agar mereka hidup bergantung sepenuhnya kepada Tuhan. Dengan bergantung sepenuhnya kepada Tuhan, maka kita dapat bersyukur. Kita dapat bersorak memuji Tuhan. Kita percaya bahwa kita tidak lemah, tetapi menjadi kuat karena pengasihan Tuhan.
Saudara bisa mengalami hari-hari yang tidak menyenangkan. Ditinggal kekasih, dihina teman, dipecat tanpa pesangon, dihambat dalam karir, diperlakukan  tak manusiawi dan seterusnya. Mungkinkah ada pertolongan dari Tuhan? Apa gunanya lagi menjalani hidup demikian? Solusinya, bukan pada alkohol, narkoba, atau hidup dalam keliaran. Percayalah bahwa saudara diijinkan mengalami semuanya bukan menjauh dari Tuhan, tetapi untuk melatih saudara setia mengandalkan Tuhan dalam mengatasinya. Bersyukurlah di dalam Tuhan, maka saudara tertolong dalam situasi demikian dan mengalami kekuatan menghadapi semuanya. Tuhan Yesus tetap mengasihi dan memelihara hidup saudara lebih daripada burung diudara.
SGRS

0 komentar:

Posting Komentar