Jangan Menunda-nunda Pekerjaan,
Kidung Agung 2:10-13.
Banyak sebab yang membuat seseorang menjadi malas untuk melakukan pekerjaan. Meski pekerjaan itu mudah dan sudah sering dilakukan. Salah satu penyebabnya adalah keadaan alam/cuaca, saat hujan deras atau panas terik. Bagi seorang petani yang rajin dan tekun, cuaca bukan alasan untuk bermalas-malasan atau menunda pekerjaan. Musim penghujan atau kemarau, ia tetap saja ke ladang untuk menanam atau merawat tanaman. Ketekunan dan kerajinan petani, sangat baik dijadikan contoh bagi pemuda-pemudi Kristen dalam berkarya dan melakukan tugas pemberitaan Injil.
Bacaan Alkitab hari ini, menegaskan tentang ajakan Tuhan Allah kepada Israel untuk segera beranjak (=bangun) melakukan sesuatu. Sebab sekaranglah saatnya kita bekerja melakukan banyak hal bagi Tuhan. Ajakan Tuhan ini disampaikan dengan perumpamaan atau gambaran pasangan muda/i yang sedang bercinta. Lalu pasangan pria yang memulai menyapa dan mengajak kekasihnya untuk bekerja sama (atau sama bekerja). ..."Bangunlah...marilah". Sebab musim memetik buah dan berburu sudah tiba. Ajakan yang sama pernah disabdakan Yesus. Ia bersabda "hari masih siang, saatnya akan tiba ,alam hari dimana kita tidak dapat melakukan apa-apa lagi".
Sahabatku, kita tahu bahwa zaman kini ditandai oleh persaingan yang amat ketat diberbagai bidang kehidupan. Hendaknya kenyataan ini tidak membuat kita terpuruk dan putus asa. Melainkan kita jadikan pendorong untuk lebih giat dan lebih kreatif.
Yesuspun pernah bersabda "bekerjalah bukan hanya untuk makanan dan minuman melainkan untuk kerajaan Allah". Apa yang kita kerjakan setiap hari tidak hanya kita lakukan berdasarkan impian dan kehendak kita, melainkan karena, untuk, bagi dan di dalam Tuhan Yesus.
SHP
Kidung Agung 2:10-13.
Banyak sebab yang membuat seseorang menjadi malas untuk melakukan pekerjaan. Meski pekerjaan itu mudah dan sudah sering dilakukan. Salah satu penyebabnya adalah keadaan alam/cuaca, saat hujan deras atau panas terik. Bagi seorang petani yang rajin dan tekun, cuaca bukan alasan untuk bermalas-malasan atau menunda pekerjaan. Musim penghujan atau kemarau, ia tetap saja ke ladang untuk menanam atau merawat tanaman. Ketekunan dan kerajinan petani, sangat baik dijadikan contoh bagi pemuda-pemudi Kristen dalam berkarya dan melakukan tugas pemberitaan Injil.
Bacaan Alkitab hari ini, menegaskan tentang ajakan Tuhan Allah kepada Israel untuk segera beranjak (=bangun) melakukan sesuatu. Sebab sekaranglah saatnya kita bekerja melakukan banyak hal bagi Tuhan. Ajakan Tuhan ini disampaikan dengan perumpamaan atau gambaran pasangan muda/i yang sedang bercinta. Lalu pasangan pria yang memulai menyapa dan mengajak kekasihnya untuk bekerja sama (atau sama bekerja). ..."Bangunlah...marilah". Sebab musim memetik buah dan berburu sudah tiba. Ajakan yang sama pernah disabdakan Yesus. Ia bersabda "hari masih siang, saatnya akan tiba ,alam hari dimana kita tidak dapat melakukan apa-apa lagi".
Sahabatku, kita tahu bahwa zaman kini ditandai oleh persaingan yang amat ketat diberbagai bidang kehidupan. Hendaknya kenyataan ini tidak membuat kita terpuruk dan putus asa. Melainkan kita jadikan pendorong untuk lebih giat dan lebih kreatif.
Yesuspun pernah bersabda "bekerjalah bukan hanya untuk makanan dan minuman melainkan untuk kerajaan Allah". Apa yang kita kerjakan setiap hari tidak hanya kita lakukan berdasarkan impian dan kehendak kita, melainkan karena, untuk, bagi dan di dalam Tuhan Yesus.
SHP
0 komentar:
Posting Komentar