Rabu, 20 November 2013

SBP, Rabu 13 Nopember 2013

Ada Rencana Allah,
Yohanes 9:1-7.

Banyak orang mengeluh hidup dalam penderitaan. Apa lagi bila ia merasa tidak bersalah dan harus menderita. Kadang-kadang mereka menggerutu bahwa Tuhan tidak adil.

Belajarlah dari orang buta, dalam Yoh 9 ini, ia tidak mengeluh apa yang menjadi nasibnya. Justru persoalannya diungkap oleh Tuhan Yesus sendiri. Kebuataannya bukan disebabkan dosa, tetapi karena pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia (Ayat-3).
Orang itu buta ada dalam rencana Allah. Kebutaannya akan menjadi jalan Allah untuk menyatakan kemuliaan-Nya melalui mujizat pemulihan ilahi yang akan terjadi pada orang buta itu.
Ketika Yesus mencelikkan matanya, ia memberi kesaksian yang menggemparkan para pemuka Yahudi yang penuh kefasikan dan kemunafikan.

GP-ers, orang buta dicelikkan menjadi kiasan rohani bahwa jika mata hati kita terbuka kepada Tuhan Yesus, maka kita dapat melihat banyak perkara kemuliaan Tuhan dalam hidup kita.
Kita akan bersaksi tentang kebesaran Tuhan itu, sehingga akan ada orang yang tergugah untuk menjadi percaya.

Karena itu, hendak setiap GP-ers memandang dirinya ada dalam rencana Allah. Berdoalah dan minta Tuhan menyatakan maksud-Nya pada hidup saudara, sehingga saudarapun siap berkarya atau bersaksi bagi kebesaran nama-Nya. Hidup yang sederhana bisa merupakan kebesaran dalam rencana Tuhan.

JPT

0 komentar:

Posting Komentar