Tuhan Pelita Hati Menerangi Rancangan Pemuda/i,
Amsal 20:27.
Manusia tidak hanya terdiri dari tubuh atau badan yang kelihatan. Melainkan juga memiliki roh dan jiwa. Meskipun roh dan jiwa tidak kelihatan, namun memiliki peranan yang amat menentukan bagi tubuhnya. Karena itu jika roh dan jiwa manusia meninggalkan tubuhnya, maka tentulah tubuhnyaakan berganti nama menjadi jasad atau mayat.
Dapat dikatakan bahwa tubuh itu adalah kendaraannya roh dan jiwa manusia; dengan tubuhnya manusia dapat menghadirkan diri dan mengekspresikan kehendaknya.
Pertanyaannya "Mampukah roh dan jiwa manusia mengontrol serta memberikan inspirasi positif supaya tubunya dapat melakukan sesuatu yang bermakna, bagi diri dan sesamanya terutama bagi Tuhan penciptanya?".
Pertanyaan ini perlu diajukan, mengingat bahwa sejak kejatuhan manusia kedalam dosa, Alkitab mencatat bahwa kerusakan manusia juga termasuk hati (roh) dan pikirannya (jiwa). Karena itu manusia tidak dapat lagi mengerti kehendak sang pencipta, bahkan sebaliknya, yaitu justru melakukan yang bertentangan dengan kehendakNya.
Amsal Salomo memberikan wejangan yang sangat teologis. Ia mengatakan bahwa roh manusia adalah pelita Tuhan, yang menyelidiki seluruh lubuk hatinya. Ternyata Tuhan pencipta masih berkenan memberikan cahayaNya. Dengan demikian maka hati yang didiami roh bisa mendapat pencerahan untuk merancang perbuatan yang baik, yang berkenan kepada Tuhan.
Kiranya wejangan Amsal ini dapat mengingatkan kita, sebagai pemuda/i, supaya roh (hati) dan pikiran (jiwa) kita tetap menjadi pelita Tuhan, jangan dipadamkan. Caranya tekun dalam Firman Tuhan dan berdoa. Sehingga ketika kita merancangkan sesuatu apapun, yang akan dikerjakan tubuh dapat menyenangkan hati Tuhan.
SHP
Amsal 20:27.
Manusia tidak hanya terdiri dari tubuh atau badan yang kelihatan. Melainkan juga memiliki roh dan jiwa. Meskipun roh dan jiwa tidak kelihatan, namun memiliki peranan yang amat menentukan bagi tubuhnya. Karena itu jika roh dan jiwa manusia meninggalkan tubuhnya, maka tentulah tubuhnyaakan berganti nama menjadi jasad atau mayat.
Dapat dikatakan bahwa tubuh itu adalah kendaraannya roh dan jiwa manusia; dengan tubuhnya manusia dapat menghadirkan diri dan mengekspresikan kehendaknya.
Pertanyaannya "Mampukah roh dan jiwa manusia mengontrol serta memberikan inspirasi positif supaya tubunya dapat melakukan sesuatu yang bermakna, bagi diri dan sesamanya terutama bagi Tuhan penciptanya?".
Pertanyaan ini perlu diajukan, mengingat bahwa sejak kejatuhan manusia kedalam dosa, Alkitab mencatat bahwa kerusakan manusia juga termasuk hati (roh) dan pikirannya (jiwa). Karena itu manusia tidak dapat lagi mengerti kehendak sang pencipta, bahkan sebaliknya, yaitu justru melakukan yang bertentangan dengan kehendakNya.
Amsal Salomo memberikan wejangan yang sangat teologis. Ia mengatakan bahwa roh manusia adalah pelita Tuhan, yang menyelidiki seluruh lubuk hatinya. Ternyata Tuhan pencipta masih berkenan memberikan cahayaNya. Dengan demikian maka hati yang didiami roh bisa mendapat pencerahan untuk merancang perbuatan yang baik, yang berkenan kepada Tuhan.
Kiranya wejangan Amsal ini dapat mengingatkan kita, sebagai pemuda/i, supaya roh (hati) dan pikiran (jiwa) kita tetap menjadi pelita Tuhan, jangan dipadamkan. Caranya tekun dalam Firman Tuhan dan berdoa. Sehingga ketika kita merancangkan sesuatu apapun, yang akan dikerjakan tubuh dapat menyenangkan hati Tuhan.
SHP
0 komentar:
Posting Komentar