Perbuatan dan Balasan,
Roma 2:9.
Peribahasa Indonesia mengatakan: "Ada ubi ada talas, ada budi ada balas". Maksunya adalah mengungkapkan bahwa ada perbuatan tentu akan ada balasannya, entah itu baik akan menerima anugerah atau jahat untuk menerima hukuman.
Dalam bacaan hari ini, Roma 2:9, Rasul Paulus mengungkapkan hal yang sama dalam iman kristen. Bahwa penderitaan akan menimpa setiap orang yang berbuat jahat. Dan biasanya, balasan berupa hukuman lebih berat dari pada kejahatan seseorang. Mengapa?
Karena perbuatan merupakan tindakan yang secara sengaja atau dengan sadar melawan kebenaran, yang seharusnya dilakukan. Ini berlaku bagis segala bangsa tanpa pandang bulu, apakah orang Yahudi (=Israel) sebagai umat Tuhan maupun bangsa lain. Tuhan tidak akan membebaskan orang berdosa dari hukuman-Nya.
GP-ers yang terkasih, ingatlah, pembalasan selalu lebih dahsyat dari pada perbuatan. Sebab itu, janganlah menyepelekan pesan tersebut.
Pikir dulu sebelum bertindak, sesal kemudian tidak akan mengubah nasib kita dari hukuman. Setiap penyesalan atas dosa akan diampuni, tetapi dosa yang disengaja atau secara sadar melawan Roh Kudus tentang kebenaran, tidak akan memperoleh anugerah pengampunan (Mat 12:31), melainkan dosanya akan mendatangkan hukuman kekal (I Yoh 5:16).
Peringatan yang sudah jelas dan hukumannya pasti tidak akan diubah sampai semuanya genap dilaksanakan Allah.
JPT
Roma 2:9.
Peribahasa Indonesia mengatakan: "Ada ubi ada talas, ada budi ada balas". Maksunya adalah mengungkapkan bahwa ada perbuatan tentu akan ada balasannya, entah itu baik akan menerima anugerah atau jahat untuk menerima hukuman.
Dalam bacaan hari ini, Roma 2:9, Rasul Paulus mengungkapkan hal yang sama dalam iman kristen. Bahwa penderitaan akan menimpa setiap orang yang berbuat jahat. Dan biasanya, balasan berupa hukuman lebih berat dari pada kejahatan seseorang. Mengapa?
Karena perbuatan merupakan tindakan yang secara sengaja atau dengan sadar melawan kebenaran, yang seharusnya dilakukan. Ini berlaku bagis segala bangsa tanpa pandang bulu, apakah orang Yahudi (=Israel) sebagai umat Tuhan maupun bangsa lain. Tuhan tidak akan membebaskan orang berdosa dari hukuman-Nya.
GP-ers yang terkasih, ingatlah, pembalasan selalu lebih dahsyat dari pada perbuatan. Sebab itu, janganlah menyepelekan pesan tersebut.
Pikir dulu sebelum bertindak, sesal kemudian tidak akan mengubah nasib kita dari hukuman. Setiap penyesalan atas dosa akan diampuni, tetapi dosa yang disengaja atau secara sadar melawan Roh Kudus tentang kebenaran, tidak akan memperoleh anugerah pengampunan (Mat 12:31), melainkan dosanya akan mendatangkan hukuman kekal (I Yoh 5:16).
Peringatan yang sudah jelas dan hukumannya pasti tidak akan diubah sampai semuanya genap dilaksanakan Allah.
JPT
0 komentar:
Posting Komentar