Rabu, 20 November 2013

SBP, Sabtu, 16 Nopember 2013

Carilah Tuhan,
II Tawarikh 26:3-5.

Memang benar apa yang tersurat dalam Maz 119:9 "Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan Firman-Mu". Karena firman Tuhan adalah pedoman hidup yang benar. Hal yang sama diungkapkan dalam bacaan kita hari ini, II Taw 26:3-5, mengenai raja Uzia. Ia menjadi raja atas Israel (=Yehuda) ketika berumur 16 tahun dan belum mengerti apa-apa. Tetapi ia taat kepada Firman Tuhan yang diajarkan oleh Zakharia (ayat-5).

Tidak jelas, apakah Zakharia itu nabi atau imam atau ahli Torat. Tetapi yang jelas ia mengajarkan kebenaran firman Allah menjadi pedoman hidup kebenaran bagi seorang raja muda. Dan sebagai konsekwensinya adalah dia selalu berhasil dalam hal apapun.

GP-ers, dari kecil kita sudah terdidik dalam kebenaran firman Tuhan untuk menjadikannya pedoman hidup. Maka kini saatnya dengan kritis kita memberlakukan firman itu dalam menghadapi tantangan.
Kita ikuti langkah iman raja Uzia yang berjuang sesuai dengan firman Tuhan dan selalu berhasil.
Dalam Mat 4:1-11, Yesus menggunakan firman Allah untuk melawan pembelokan oleh iblis dan iblis kalah lalu pergi.
Oleh karena itu Yesus katakan "Firman Allah adalah kebenaran" (Yoh 17:17). Kebenaran Allah tidak bisa dibelokkan. Itu merupakan senjata ampuh melawan tipu daya iblis. Teristimewa untuk jiwa pemimpin yang penuh godaan.

JPT

0 komentar:

Posting Komentar