Kasih Tuhan Itu Sempurna,
Hosea 11: 10-11.
Relasi manusia dengan Tuhan bisa berada dalam titik kritis jika manusia hidup dengan semaunya dan tidak peduli Firman Allah. Umat dapat mengalami petaka mengerikan yang sukar diterima akal sehat. Kehancuran bangsa Isael terjadi karena penolakan mereka terhadap ibadah kudus yang berkenan bagi Tuhan. Mereka telah menyimpang dalam menyembah berhala dan berlaku korup. Seolah-olah semuanya normal dan baik-baik saja. Perilaku umat sangat menyakitkan dan hanya mendatangkan murka Allah.
Pembuangan di Babel menjadi catatan historis buruk dan memalukan dalam perjalanan kolektid sebagai bangsa pilihan Allah. Mereka gagal memahami kehendak Allah dengan meragukan kehendak-Nya dan membanggakan diri. Hukuman Tuhan itu dahsyat dan tak dapat dibatalkan. Di sini proses pembelajaran menjadi penting. Allah tidak berkarya dalam satu titik tertentu dan melanggengkan penghukuman bagi umat selamanya. Allah berkarya pula dalam memberikan kesempatan baru sebagai anugerah dalam menikmati kasih-Nya. Allah memanggil umat-Nya sehingga mereka dapat kembali ke Yerusalem. Relasi Allah dengan umat diperbaharui. Bukan karena keinginan manusia, tetapi karena kehendak Allah. Roh ketaatan dicurahkan sehingga umat dapat bersyukur atas janji Allah yang kudus itu.
Hidup saudara adalah pemberian Tuhan. Dalam Yesus Kristus, hidup saudara sudah ditebus dan menjadi anak-anak Allah. Sebutan ini bukan sebutan kosong. Bukan sekedar kata-kata hiburan. Pesannya kuat: jadikan Tuhan Yesus sebagai Juruselamat dan jangan andalkan kepintaranmu di luar kehendak Allah.
Saudara dengan hikmat Tuhan dapat mencari pekerjaan yang benar dan memuliakan Tuhan. Saudara dapat memutuskan pasangan hidup yang tepat dalam membangun keluarga yang mengasihi Tuhan Yesus. Saudara bertobat dari kehidupan seksual bebas yang memalukan dan hidup baru dalam pengampunan dan kasih Tuhan Yesus selamanya.
SGRS
Hosea 11: 10-11.
Relasi manusia dengan Tuhan bisa berada dalam titik kritis jika manusia hidup dengan semaunya dan tidak peduli Firman Allah. Umat dapat mengalami petaka mengerikan yang sukar diterima akal sehat. Kehancuran bangsa Isael terjadi karena penolakan mereka terhadap ibadah kudus yang berkenan bagi Tuhan. Mereka telah menyimpang dalam menyembah berhala dan berlaku korup. Seolah-olah semuanya normal dan baik-baik saja. Perilaku umat sangat menyakitkan dan hanya mendatangkan murka Allah.
Pembuangan di Babel menjadi catatan historis buruk dan memalukan dalam perjalanan kolektid sebagai bangsa pilihan Allah. Mereka gagal memahami kehendak Allah dengan meragukan kehendak-Nya dan membanggakan diri. Hukuman Tuhan itu dahsyat dan tak dapat dibatalkan. Di sini proses pembelajaran menjadi penting. Allah tidak berkarya dalam satu titik tertentu dan melanggengkan penghukuman bagi umat selamanya. Allah berkarya pula dalam memberikan kesempatan baru sebagai anugerah dalam menikmati kasih-Nya. Allah memanggil umat-Nya sehingga mereka dapat kembali ke Yerusalem. Relasi Allah dengan umat diperbaharui. Bukan karena keinginan manusia, tetapi karena kehendak Allah. Roh ketaatan dicurahkan sehingga umat dapat bersyukur atas janji Allah yang kudus itu.
Hidup saudara adalah pemberian Tuhan. Dalam Yesus Kristus, hidup saudara sudah ditebus dan menjadi anak-anak Allah. Sebutan ini bukan sebutan kosong. Bukan sekedar kata-kata hiburan. Pesannya kuat: jadikan Tuhan Yesus sebagai Juruselamat dan jangan andalkan kepintaranmu di luar kehendak Allah.
Saudara dengan hikmat Tuhan dapat mencari pekerjaan yang benar dan memuliakan Tuhan. Saudara dapat memutuskan pasangan hidup yang tepat dalam membangun keluarga yang mengasihi Tuhan Yesus. Saudara bertobat dari kehidupan seksual bebas yang memalukan dan hidup baru dalam pengampunan dan kasih Tuhan Yesus selamanya.
SGRS
0 komentar:
Posting Komentar